Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-01-2011
  • 598 Kali

Cuaca Ekstrem, Pelayaran Kalianget-Jangkar Lumpuh

News Room, Kamis ( 13/01 ) Cuaca ekstrem yang terjadi di perairan Sumenep, membuat aktivitas pelayaran dari pelabuhan Kalianget ke Jangkar (Situbondo) lumpuh. Kepala Cabang PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Kalianget, Sumenep, Wiweko Agung Wicaksono menjelaskan, sudah 3 hari pihaknya tidak memberangkatkan armada, karena gelombang masih tinggi. “Sampai hari Kamis (13/01) ini, kami tetap memutuskan tidak memberangkatkan armada, karena cuacanya buruk. Kami lebih mengutamakan keselamatan penumpang,”kata Wiweko, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (13/01). Buruknya cuaca laut, kata Wiweko, sesuai pemberitahuan dari BMKG dan Adpel. “Kami rutin berkoordinasi dengan BMKG dan Adpel, sebelum memutuskan memberangkatkan kapal atau tidak. Berdasarkan pemberitahuan dari BMKG, ombak di perairan Kalianget ke Jangkar ini bisa mencapai 2,5 meter. Masih ditambah angin kencang. Makanya kami memutuskan tidak berlayar,”ujarnya. Wiweko juga mengungkapkan, penundaan kerangkatan armadanya sudah diumumkan pada para calon penumpang. “Mereka rata-rata bisa mengerti. Karena ini kan faktor alam,”ungkapnya. Kapal milik PT DLU akan diberangkatkan kembali, jika cuaca mulai membaik. Sementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMGK) Kalianget, Samsul Arifin, membenarkan buruknya cuaca di perairan Sumenep. “Hingga 3 hari kedepan, gelombang laut di perairan Sumenep masih tinggi antara 1,75 sampai 6 meter, dengan kecepatan angin 50 hingga 60 kilometer/jam,”terangnya. Angin yang berhembus diperairan Sumenep ini, menurut Syamsul Arifin, diatas kecepatan normal. “Biasanya kecepatan angin hanya 5 hingga 20 kilometer/jam. Tapi, kalau sudah diatas itu berarti perlu diwaspadai bagi armada laut,”pungkasnya. ( Nita, Esha )