News Room, Jum’at ( 17/10 ) Sudah beberapa bulan selama musim kemarau tahun ini, kondisi cuaca di bumi ini, khususnya yang dirasakan masyarakat Kabupaten Sumenep cukup panas. Bahkan yang paling sangat dirasakan naiknya, sejak awal September hingga pertengahan bulan Oktober saat ini. Padahal, berdasarkan keterangan dari Badan Meterorologi dan Giofisika (BMG) Kalianget, cuaca panas saat ini belum mencapai puncaknya. Namun masih berpeluang naik hingga 1 derajat celsius lagi hingga akhir Oktober nanti, yang kemudian diperkirakan baru terjadi hujan awal bulan Nopember mendatang. Dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kepala BMG Kalianget, Asmunawar, SP mengaku jika mengacu musim kemarau tahun lalu, bulan Oktober memang puncak dari cuaca panas hingga mencapai 35 derajat celsius. Namun ternyata hingga tanggal 15 Oktober kemarin sudah mencapai 35 derajat celsius, berarti ada peluang tahun ini naik lagi hingga akhir Oktober nanti. â€ÂDiperkirakan ada kenaikan 1 derajat celsius lagi, sebab biasanya kenaikan puncak cuaca panas setiap tahunnya naik 1 derajat celsius. Sedangkan saat ini kalau melihat arah mata angin yang masih menunjukkan tenggara, maka diperkirakan akan ada kenaikan lagi hingga musim hujan datang,â€Âujarnya. Dijelaskan, karena arah mata angin masih menunjukkan tenggara, maka diprediksi hujan turun untuk wilayah Sumenep jelas Asmunawar, dimungkinkan awal Nopember 2008 sudah mulai turun hujan. Asmunawar juga mengingatkan, karena biasanya pada musim pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan, banyak hal yang sering ditimbulkan oleh awan Colonumbus yang sering berpotensi terjadi angin puting beliung, maka masyarakat hendaknya selalu waspada. Untuk Kabupaten Semenep yang biasa menjadi sasaran angin puting beliung ditempat-tempat terbuka yang tidak banyak pohonnya. Karena itu masyarakat diminta tetap harus waspada, khususnya di daerah-daerah luas terbuka yang tidak ada pohonnya, sebab datangnya angin puting beliung sulit diprediksi. ( Ren, Esha )