News Room, Jum’at ( 29/05) Mengingat cuaca hingga saat ini masih belum stabil, masyarakat petani tembakau di Sumenep diharapkan dapat lebih sabar menunggu hingga cuaca benar-benar bisa dipastikan baik. Sebab, jika tetap nekat, dikhawatirkan akan terjadi seperti musim tanam pada tahun 2007 lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Perkebunan Dishutbun Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Haryanto ketika ditemui News Room diruang kerjanya, Jum’at (29/05). Pihaknya lebih berharap, petani bisa mencari alternatif tanaman lain, yang bisa lebih menghasilkan, ketimbang menunggu tanam tembakau yang belum jelas hasilnya. “Sebenarnya masih cukup banyak tanaman alternatif yang bisa menghasilkan bagi petani, misalnya bawang merah, wijan, jagung lokal, serta beberapa tanaman lain yang cocok untuk lahan pertanian di Sumenep,â€Âujarnya. Dijelaskan, dari potensi tanaman alternatif yang ada saat ini, diantaranya untuk tanaman bawang merah seluas 10 hektar, jagung 25 hektar dan wijan seluas 5 hektar. Tanaman alternatif tersebut, tegas Bambang, berada di areal sawah, sedangkan bagi areal tegalan biasanya ditanami tumpang sari, seperti kacang-kacangan dan sebagainya. Bahkan saat ini sebagian petani juga mulai kembali tanam padi gogo, yang dinilai tidak terlalu memerlukan perawatan khusus seperti tanaman padi hibrida dan sebagainya. Sebab, disamping tidak terlalu membutuhkan air banyak, juga tidak mudah terserang hama. Padi gogo ini diperkirakan ada sekitar 100 hektar yang ditanam petani, diantaranya di Kecamatan Ambunten, Lenteng, Bluto, Kecamatan Kota Sumenep, serta daerah sawah lainnya. ( Ren, Esha )