Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-01-2014
  • 499 Kali

Cuaca Buruk, Kapal DBS I Dan Perintis Bima I Tertahan

News Room, Rabu ( 15/01 ) Cuaca buruk yang melanda Perairan Sumenep, menyebab sejumlah armada laut seperti kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I dan Perintis Bima I, tak beroperasi. Untuk Kapal DBS I milik Pemerintah Kabupaten Sumenep, tertahan di Pelabuhan Batu Guluk, Arjasa (Pulau Kangean). Sedangkan Kapal Perintis Bima I, tertahan di Pulau Sapeken. Kepala Syahbandar Pelabuhan Batu Guluk, Arjasa, Iskandar, membenarkan jika kapal DBS I tertahan di Pelabuhan Batu Guluk, Arjasa. "Tidak beroperasinya kapal DBS I, dikarenakan tinggi gelombang di Perairan Kangean mencapai 3 hingga 4 meter. Kondisi ini berbahaya bagi pelayaran, makanya armada laut untuk sementara waktu dihentikan,"kata Iskandar, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (15/01). Menurutnya, sesuai jadwal, mestinya Kapal DBS I tersebut, berlayar ke Pelabuhan Kalianget, Rabu (15/01) pagi, pukul 10.00 WIB. Namun, akibat cuaca buruk, akhirnya pelayaran ditunda. "Sebenarnya para penumpang DBS I itu sudah naik kapal, sebanyak 80-an orang. Tapi, kapal gagal berangkat, karena gelombang terlalu tinggi,"terangnya. Selain itu, lanjut Iskandar, dengan cuaca ekstrem ini, perahu rakyat yang biasa mengangkut kerbau ke wilayah Pulau Jawa, juga tidak berani berlayar. "Seluruh armada laut saat ini sedang off, sambil menunggu cuaca kembali normal. Perahu rakyat yang biasa angkut kerbau ke Pulau Jawa, juga ditunda keberangkatannya,"ujarnya. Ungkapan serupa juga dilontarkan Fendi, Muallim Kapal Perintis Bima I. "Akibat cuaca buruk, kapal kami tertahan di Pulau Sapeken. Mestinya berlayar Selasa (14/01) kemarin ke Batu Guluk, Arjasa menuju Kalianget. Bahkan Sabuk Nusantara 27, juga tertahan di Surabaya,"ungkapnya. ( Nita, Esha )