News Room, Sabtu ( 09/02 ) Meskipun sudah ada warning atau peringatan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Surabaya tentang buruknya cuaca disepanjang laut Jawa mulai 9 hingga 12 Pebruari mendatang, dengan kecepatan angin dari barat ke timur yang mencapai 50 km/jam dan tingginya gelombang antara 3 hingga 6 meter, ternyata tidak mempengaruhi pelayaran di wilayah Sumenep. Terbukti, hingga saat ini seluruh armada kapal di pelabuhan Kalianget, baik kapal perintis, Dharma Bahari Sumekar (DBS) dan Dharma Lautan Utama (DLU) tetap beroperasi melayari ke kepulauan. Kepala Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget, Abd. Rahem, ketika dihubungi via telepon mengakui, cuaca untuk laut Jawa memang sedang terjadi angin kencang dan diperkirakan pada 10 Pebruari tinggi gelombang antara 2 sampai 6 meter, namun untuk sekarang cuaca di perairan kepulauan Sumenep masih normal dan bisa dilalui oleh kapal, sehingga pihaknya tidak begitu khawatir apabila kapal tetap beroperasi. Namun, pihaknya selalu mewanti-wanti kepada para nahkoda masing-masing kapal, agar setiap detik melakukan koordinasi dengan BMG Maritim Surabaya, untuk mengetahui situasi ombak di perairan, khususnya laut Jawa. Karena berdasarkan analisis BMG Maritim Surabaya, puncak gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi pada 10 Pebruari, disertai hujan deras dan angin yang bertiup kencang. Abd. Rahem menjelaskan, untuk kapal perintis KM Padi diperkirakan tiba di pelabuhan Kalianget pada Minggu 10 Pebruari, sedangkan rencana KM Amukti Palapa yang akan mulai beroperasi ke Masalembu pada Minggu 10 Pebruari nampaknya mendekati kegagalan, mengingat kondisi laut Jawa yang diperkirakan akan terjadi gelombang hingga mencapai 6 meter. Perlu informasikan, tingginya gelombang di perairan mulai 9 sampai 12 Pebruari nanti akibat dorongan angin dari barat ke timur yangbertumpu pada daerah inter tropical convergency zone (daerah terbentuknya awan-awan tebal yang menghasilkan hujan lebat) sepanjang Laut Jawa hingga Laut Arafura. Kemudian tanggal 10 Pebruari tinggi gelombang di Laut Jawa antara 2,0 hingga 6,0 meter, perairan Kangean antara 2,0 sampai 6,0 meter, Perairan Bawean antara 2,0 sampai 6,0 meter, Selat Bali antara 1,3 hingga 3,0 meter, Selat Madura antara 0,2 hingga 2,0 meter dan gelombang laut di Samudera Hindia antara 2,0 hingga 5,0 meter. ( Nita, Esha )