Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-02-2006
  • 492 Kali

CPNS SUMENEP DIPATOK RP. 60 JUTA

Sumenep-Infokom News Room : Issue soal terjadinya jatah-jatahan dan jual beli kelulusan tes CPNS nampaknya tidak hanya sekedar isapan jempol. Buktinya, sejumlah calon peserta CPNS mengaku pernah mendapat tawaran dari sejumlah oknum dengan tawaran harga antara Rp.45 juta hingga Rp.60 juta per orang. Sayangnya, rata-rata mereka keberatan menyebutkan nama oknumnya. Calon peserta CPNS berinisial AJ (36) warga Desa Batang-batang mengaku mendapat tawaran untuk lulus tes dengan harga Rp.45 juta. Setelah disepakati, akhirnya gagal karena surat lamarannya ditolak panitia ketika mendaftar pada tanggal 10 Pebruari yang lalu akibat SK Honorer yang dimiliki merupakan SK dari Yayasan. Namun ketika didesak nama oknum tersebut, ternyata AJ keberatan menyebut namanya. Bahkan AJ minta agar rahasia penawaran tersebut tidak disebar luaskan. “Tapi jangan dibocorkan, mas. Saya takut. Yang ditawarkan saya dan adik sepupu saya. Seandainya saya dan adik saya bisa dapat nomor tes saja. Wah saya bisa lulus. Uangnya sudah saya sediakan,� jelas AJ yang kini tercatat sebagai guru honorer SD. Seorang guru SMP inisial Fd (46) mengaku pernah mendapat tawaran Rp. 60 juta untuk lulus CPNS dari seorang oknum. Kepada Fd oknum tersebut mengatakan sebenarnya yang ditawarkan merupakan jatah dari seorang pejabat namun akan dijual. Fd mengaku menolak tawaran tersebut karena dinilai terlalu mahal. “Saya tolak karena terlalu mahal. Siapa yang sekarang punya uang sebesar itu. Cuman saya kaget karena pejabat punya jatah,� jelasnya. Namun, Kepala Kantor Kepegawaian Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, M.Si mengatakan, terkait dengan rekruitmen CPNS diminta masyarakat untuk menolak dan jangan tergiur dengan iming-iming seorang calo untuk lulus test CPNS yang ujung-ujungnya menggunakan uang sebagai pelicin. Sebab pemkab telah berkomitmen dalam pelaksanaan CPNS akan dilangsungkan secara obyektif. “Saya anjurkan masyarakat yang dihubungi calo CPNS untuk segera melaporkan ke Pemkab dan Kepolisian,� tegasnya. ( HB, Esha )