Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-04-2012
  • 672 Kali

Cetak Kader Nahdlatul Ulama Menjadi Pengusaha Mandiri

News Room, Senin ( 09/04 ) Sebagai cermin untuk mengembalikan Nahdlatul Ulama (NU) ke khithoh Perjuangan Rasulullah SAW, sebagai tauladan agar manusia juga harus tekun berusaha dalam perjuangan hidup untuk mendapat berkah sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat. Salah satu upaya, yakni mengajak warga NU untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk sebuah usaha bersama yang dijalankan oleh aktifis NU, sehingga mampu memberdayakan masyarakat yang tidak memiliki usaha menjadi seorang wirausaha yang ulet dan jujur. Hal tersebut diungkapkan tokoh sesepuh NU di Sumenep, KH. R. Tsabits Khosin di kediamannya. Menurutnya, NU akan mampu mensejahterakan masyarakat lemah dengan berbagai gerakan untuk mengentas kemiskinan. Yakni, dengam memberdayakan masyarakat dengan usaha mandiri. “Bisa dibayangkan, jika para pengurus dan anggota NU di Sumenep sekitar kurang lebih 100.000 orang, bila mampu menyisihkan Rp. 1.000,00 setiap anggota, maka NU mempunyai Kas sebesar Rp. 100.000.000,00,“ujarnya. Ditambahkan, dengan mudah awal sertaus juta sudah cukup untuk membuka usaha. Itu jika hanya dilakukan sekali saja. Namun, bagaimana jika dilakukan 3 kali, jumlahnya mencapai Rp. 300.000.000,00 dan seterusnya. Jadi, tegas salah seorang pengasuh Ponpes An-Nuqayah Guluk-guluk yang juga mantan anggota DPR-RI ini, NU tidak sekedar oraganisasi yang membahas hukum agama, tapi juga harus mampu bergerak diberbagai bidang seperti hukum, pendidikan dunia usaha dan sebagainya. “Mudah-mudahan dengan tekat untuk merubah tatanan kekuatan, dengan membuka mata hati masyarakat dengan membuka peluang kerja bagi masyaraat khususnya generasi muda,”tambahnya. Sebab, Rasulullah sendiri telah mencontohkan berwira usaha sejak beliau berumur 15 tahun. Dan pada usia 19 tahun, beliau sudah memperbaiki usaha dagangnya sampai ke Negeri Syam. Dan bisa dibayangkan, betapa mulyanya hasil usaha beliau diperoleh dengan keringat sendiri. Dan ketika diangkat menjadi Nabi, beliau menata berlahan lahan pada organisasi gerakan pengislaman tanah Mekah dengan berbagai sistematika. Diantaranya mengumpulkan para saudagar kaya untuk menginvestasi kekayaannya demi perjuangan Islam.Seperti Abu Bakar As-Shidiq, Usman Bin Affan dan beberapa kalangan masyarakat kaya pendukung Agama Islam lainnya. Hingga akhirnya, setelah dikumpulkan sumbangan dari para pemilik modal, Islam mampu menjawab tantangan zaman, mampu merubah tradisi masyarakat jahiliyah. Sehingga pada akhirnya tanah Mekah menjadi Negara Islam yang maju, menjadi standar dan Imam Islam dunia. ( Ren, Esha )