News Room, Sabtu ( 13/07 ) Calon wakil gubernur (Cawagub) Jawa Timur, MH Said Abdullah, Sabtu (13/07) siang, blusukan ke Pasar Anom Baru Sumenep. Kedatangan kandidat yang diusung PDI Perjuangan, berpasangan dengan Bambang DH sebagai Calon Gubernur, disambut hangat para pedagang di pasar setempat. Selain menyapa para pedagang, pria asli Madura ini juga membeli sejumlah kebutuhan pokok, seperti telur, daging sapi, daging ayam dan buah-buahan. Said mengatakan, blusukan ini untuk melihat secara langsung dampak kenaikan harga BBM terhadap pedagang di Pasar Anom Baru. Sebab, diketahui sejak kebijakan itu dikeluarkan oleh pemerintah, harga kebutuhan pokok melonjak ditambah bulan puasa yang harganya makin meroket. “Kami mendatangi Pasar Anom Baru Sumenep, guna menginventarisir persoalan di tingkat pedagang menyangkut naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok. Kita ketahui bersama, saat ini harga sembako cukup tinggi, apalagi nanti menjelang lebaran. Kondisi inilah yang kami pelajari untuk dimasukkan dalam visi dan misi sebagai Cawagub Jatim,”kata Said, di dalam Pasar Anom Baru Sumenep, Sabtu (13/07). Meskipun kenaikan harga kebutuhan pokok dianggap hal wajar sebagai dampak kenaikan harga BBM. Namun, yang juga menjadi perhatian serius oleh Said Abdullah, adalah semrawutnya penghuni Pasar Anom Baru akibat mangkraknya proyek pembangunan Pasar Anom Baru Modern. “Sungguh memprihatinkan Pasar Anom Baru ini. Betapa makin sempurnanya penderitaan pedagang itu, padahal sejak 2007 sudah menjadi dambaan pedagang yang mengalami kebakaran mendapat lokasi layak dari pemerintah. Tapi, ternyata sampai sekarang pembangunannya tidak kunjung dilanjutkan, dan justru menyebabkan pasar semrawut,”terangnya. Menurut Said, seharusnya Pemerintah Kabupaten Sumenep mengambil langkah pintas mengatasi persoalan pembangunan Pasar Anom Baru ini. “Pemerintah tidak boleh takut, kan pengambil kebijakan. Selagi jalan yang diambil dianggap benar, ya laksanakan. Karena dampaknya yang merasakan para pedagang di Pasar Anom Baru tersebut,”ungkapnya. ( Nita, Esha )