Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-06-2005
  • 720 Kali

CARA YANG KURANG SEHAT AKAN BERDAMPAK TERHADAP ANJLOKNYA HARGA TEMBAKAU

Sumenep-Infokom News Room : Tanaman tembakau sebagai salah satu komoditi perkebunan dan primadona usaha pokok petani yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini mengalami keterpukurukan dalam pengelolaan usaha. Demikian ditegaskan Bupati Sumenep, Drs. Endro Siswantoro, M.Si yang disampaikan Kepala Dinas Perkebunan dan Perhutanan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Hari Sudarmadji, M.Si dalam acara Seminar Regional dan Konferensi Cabang IV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep dengan tema “Membincang Masa Depan Petani Tembakau Dalam Konteks Kepemimpinan Nasional� di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Sumenep, Kamis (09/06). Bupati Endro Siswantoro mengatakan, persoalan yang timbul setiap tahunnya hanya masalah pemasaran hasil tembakau, akibat ketidak seimbangan antara penawaran dan permintaan, artinya, produksi tembakau lebih banyak dari permintaan atau kebutuhan pabrik. Hal itu menurut Bupati, sulitnya Pemerintah Daerah dalam mengatur proyeksi areal tanam, padahal setiap tahunnya Pemerintah Daerah jauh hari sebelum penanaman dimulai telah menghimbau agar petani tembakau melakukan penanaman sesuai ketentuan. Sedangkan areal tanam setiap tahunnya, rata-rata seluas 12 ribu hektar dengan produksi 12 ribu ton, akan tetapi sesuai data selama 5 tahun terakhir areal tanam tembakau, luasnya penanaman mengalami kelebihan areal. Sehingga setiap musim panen tembakau over produksi dan berdampak terhadap harga jual. Disamping itu menurut Bupatiu Endro Siswantoro, anjloknya harga jual tembaku tersebut disebabkan adanya cara-cara yang kurang sehat dari petani itu sendiri seperti halnya pencampuran tembakau lokal dengan tembakau jawa. Oleh karena itu, tegas Bupati Endro Siswantoro, menyikapi hal tersebut Pemerintah Daerah akan melakukan beberapa upaya, antara lain mengupayakan pengembangan diversifikasi usaha tani diwilayah yang kurang diminati pabrik dengan tanaman potensi non tembakau, tujuannya untuk mengurangi over produksi, selain itu Pemerintah Daerah juga akan memberikan kesempatan kepada investor pabrik rokok untuk membangun gudang dan bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk assosiasi petani tembakau melalui pendekatan akses pasar tembakau kepada pabrik besar atau kecil di Jawa Timur maupun Jawa Tengah. ( Yasik, Esha )