Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-07-2012
  • 561 Kali

Calon Penumpang Masalembu Datangi Kantor Dewan

News Room, Kamis ( 05/07 ) Sekitar 50 orang calon penumpang Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Kamis (05/07) siang, mendatangi Kantor DPRD setempat. Mereka mengadukan nasibnya yang sudah satu minggu berada di Pelabuhan Kalianget karena tidak ada kapal yang berlayar. Juru bicara calon penumpang Masalembu, Abdurrahman mengatakan, tidak beroperasinya kapal ke Masalembu, membuat banyak calon penumpang yang notabene warga Masalembu, terlantar di Pelabuhan Kalianget. “Jadi, kedatangannya kami ini bukan untuk berunjuk rasa maupun berorasi. Tapi, ingin mengadukan nasib. Di pelabuhan panas. Makanya kami datang kesini,” katanya. Abdurrahman mengaku heran terkait tidak berlayarnya kapal perintis Sabuk Nusantara 27, ke Masalembu. Namun, justru menambah trayek Kalianget-Kangean, secara Pulang-Pergi (PP). “Kami sangat menyesalkan hal itu. Karena, akibat penambahan trayek tersebut, kami warga Masalembu yang menjadi korban,” terangnya. Kedatangan puluhan calon penumpang itu, disambut langsung oleh salah satu Anggota DPRD Sumenep, asal Masalembu, Darul Hasyim. “Sebagai wakil rakyat dari Masalembu, saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi persoalan ini. Tapi, untuk yang sekarang kami tidak berbuat banyak,” ujarnya. Menurut Darul, sesuai informasi dari Syahbandar Kalianget, bahwa tidak berangkatnya kapal dikarenakan cuaca diperairan Sumenep, masih buruk. ”Jadi, kami tidak bisa memaksa kapal untuk diberangkatkan. Ini persoalan cuaca, kalau dipaksa berlayar dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, siapa yang akan bertanggung,” tegas Darul. Usai melakukan dialog pendek, akhirnya para calon penumpang Masalembu, membubarkan diri kembali ke Pelabuhan Kalianget. Sementara, Petugas Syahbandar Kalianget, Sumenep, Fajar Sadik menyatakan, untuk sementara memang belum ada kapal penumpang yang beroperasi ke Pulau Masalembu maupun Kangean sejak awal pekan ini. “Sejak Senin (02/07) hingga Kamis (05/07) ini, belum ada kapal penumpang yang ke Masalembu maupun Kangean, akibat cuaca laut buruk. Sesuai informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya, ketinggian ombak di Perairan Masalembu sekitar 3,5 meter dan di Kangean sekitar 3 meter,” ungkapnya. Fajar mengemukakan, perusahaan pelayaran yang menjadi operator di lintasan Kalianget-Kangean maupun jalur keperintisan yang jangkauan pelayanannya hingga kepulauan jauh di Sumenep, seperti Masalembu dan Sapeken, belum mengoperasikan kapalnya. “Nahkoda kapal yang beroperasi di lintasan Kalianget-Kangean (Kapal Express Bahari 3C) maupun jalur keperintisan (kapal perintis), hingga sekarang pun belum mengajukan permohonan persetujuan berlayar,” pungkasnya. ( Nita, Fery )