News Room, Rabu ( 25/02 ) Penyetaraan gender antara perempuan dan laki-laki, yang menyeret kaum hawa mulai berbondong-bondong memasuki kancah politik, nampaknya kurang mendapat simpati dari perempuan di Kabupaten Sumenep. Terbukti, hasil penelitian Pusat Pendidikan dan Informasi Politik (PPIP) “Sumenep Barometer†mencatat, kaum perempuan di Kabupaten Sumenep, kurang percaya pada calon legislatif (Caleg) perempuan. Direktur Sumenep Barometer, Tabri Syaifullah Munir, mengatakan, hasil itu diperoleh setelah pihaknya melakukan wawancara dengan seribu pemilih perempuan, untuk mempertanyakan keberpihakan mereka pada caleg perempuan, pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. “Ternyata, dari seribu pemilih perempuan itu, hanya 34 persen (340 orang) yang yakin akan memilih caleg perempuan. Ini membuktikan, kalau caleg perempuan kurang diminati oleh perempuan Sumenep,†katanya. Ia memaparkan, penelitian itu dilakukan sejak Jumat (20/02) hingga Senin (23/02). Sedangkan data yang menyatakan tidak akan memilih caleg perempuan mencapai 534 responden (53,4 persen) dan 126 responden (12,6) menyatakan tidak tahu. “Bahkan ada juga responden yang tidak yakin dengan kemampuan caleg perempuan. Kami pikir hasil penelitian ini, layak menjadi bahan introspeksi bagi caleg perempuan sendiri,†terangnya. Tabri menjelaskan, hasil penelitian yang dilakukannya, menunjukkan peluang kemenangan caleg perempuan di Sumenep pada Pemilu 2009, lebih kecil dibandingkan peluang caleg laki-laki. Pada Pemilu 2004, hanya dua perempuan yang terpilih sebagai anggota DPRD Sumenep, yakni Dewi Khalifah Shafraji dari Partai Kebangkitan Bangsa, dan Endang Sri Rahayu dari Partai Golkar. ( Nita, Esha )