News Room, Rabu ( 20/07 ) Kecelakaan maut kembali melanda diwilayah Kabupaten Sumenep, dengan 4 korban meninggal dunia. Peristiwa tragis itu terjadi di jalan umum DPU Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, pada Rabu (20/07) dini hari, pukul 02.30 WIB. Kecelakaan lalu lintas tersebut, antara bus Akas nopol N 7015 US, berpenumpang 5 orang yang dikemudikan Moh. Lazim (41) warga Desa Pakissaji, Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo, menabrak mobil Xenia nopol L 1314 YK, berpenumpang 2 orang, dikemudikan M. Hosni Miftahol Arifin (45), PNS Pengawas pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, warga Desa Kebunan, Kecamatan Kota, Sumenep. Kanit Laka Satlantas Polres Sumenep, Ipda Arifin menceritakan, kecelakaan ini bermula dari bus Akas yang melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan tinggi di jalan umum DPU Desa Nambakor, Saronggi. Dan, dari arah berlawanan melaju mobil Xenia. "Diduga pengemudi bus saat berpapasan dengan mobil Xenia itu sedang mengantuk, sehingga bus berjalan kekanan kemudian menabrak pohon asam di bahu jalan sebelah timur. Untuk mobil Xenia terpelanting dan masuk sungai di timur badan jalan sebelah timur,"kata Arifin, pada wartawan di Kantor Laka Satlantas Polres Sumenep, Rabu (20/07). Akibat kecelakaan itu, kata Arifin, 4 orang meninggal dunia, yakni 3 orang meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), adalah pengemudi bus, Lazim, bersama penumpangnya Slamet (49), warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sumenep, dan penumpang mobil Xenia, Ummu Kalsum (62), warga Desa Kebunan, Kecamatan Kota, Sumenep. Sedangkan 1 orang korban lainnya, adalah pengemudi mobil Xenia, yang meninggal di Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. "Sementara, 5 orang lainnya, termasuk kondektur bus Akas, Totok, hanya mengalami luka ringan. Namun, kondisi bus dan mobil Xenia rusak parah dibagian depan,"terangnya. Proses evakuasi terhadap korban, kata Arifin, sempat mengalami kendala, karena separuh badan mobil masuk kedalam sungai, dan tubuh pengemudi bus terpejit pohon asam. "Kami langsung minta bantuan mobil derek milik Pemerintah Kabupaten Sumenep, ditambah satu unit mobil lagi, baru badan mobil Xenia bisa diangkat. Dan, untuk mengeluarkan pengemudi bus, kami terpaksa mengggunakan las,"ungkapnya. Saat ini, bus dan mobil Xenia diamankan di Markas Satlantas Polres Sumenep, sebagai barang bukti, untuk proses penyelidikan lebih lanjut. ( Nita, Esha )