News Room, Rabu ( 29/05 ) Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si, Rabu (29/05) pagi, meninjau langsung lokasi ambrolnya Masjid Nurus Syafa a, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. Masjid tersebut ambruk setelah diguyur hujan deras disertai angin puyuh kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa, karena disaat kejadian masjid dalam kondisi kosong. Bupati mengakui jika dalam sepekan terakhir ini, Sumenep sering dilanda bencana alam, baik longsor dan angin puting beliung yang juga menimpa tempat ibadah umat muslim. Bahkan, dari beberapa kejadian itu, satu orang meninggal dunia tertimbun batu yang longsor. “Bencana yang terjadi selama sepekan ini, terjadi di 4 lokasi, yakni bukit longsor menimpa 5 rumah warga di Dusun Sema, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk. Longsor galian C, di Desa Tanamerah, Kecamatan Saronggi, yang menyebabkan satu penambang batu tewas dilokasi, pohon asam roboh menimpa 4 orang pengendara sepeda motor dan Masjid ambrol di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep,”kata Bupati Sumenep, Rabu (29/05). Menyikapi hal itu, lanjut Bupati, Pemkab selalu tanggap dengan mendatangi lokasi kejadian. “Kami merasa prihatin dengan korban bencana yang beberapa minggu ini terjadi. Ini murni bencana alam, namun kami tetap perhatikan para korban,”terangnya. Untuk meringankan beban korban, selain datang kelokasi, Bupati juga memberikan bantuan kepada korban. Di desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Bupati bersama sejumlah kepala dinas terkait dan stafnya memberikan bantuan berupa uang tunai senilai Rp. 6,5 juta untuk pembangunan masjid yang ambrol itu. “Ini hanya sekedar bantuan sosial untuk meringankan beban pembangunan masjid ini. Jangan dilihat nilainya, tapi rasa kemanusiaan. Saling bahu-membahu membangun Sumenep termasuk menormalkan tempat ibadah yang rusak ini,”ujarnya. Bupati juga menegaskan, bantuan yang diberikan bupati merupakan rasa keprihatinannya terhadap terjadinya bencana di Sumenep. Untuk bencana yang menimpa mesjid didesa Basoka, pihaknya mengaku tidak bisa memberikan suntikan dana hingga selesai pembangunannya. “Kami tidak bisa membantu hingga pembangunan tuntas, karena persediaan dana sangat terbatas,”ungkapnya. ( Nita, Esha )