Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-08-2019
  • 434 Kali

Bupati Tekankan Rawat Nasionalisme Untuk Cegah Perpecahan

Media Center, Jum’at ( 16/08 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menyerukan masyarakat merawat nasionalisme untuk mengantisipasi perang ideologi yang menyebabkan perpecahan dan kehancuran bangsa.

“Di era digital, masyarakat tantangannya semakin pesat terutama trans-ideologi yang begitu mudah diakses, sehingga perlu menanamkan rasa cinta tanah air supaya tidak terpengaruh paham radikalisme,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, pada syukuran memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di depan Mesjid Jamik, Jumat (16/08/2019).

Bupati menyatakan, mewaspadai trans-ideologi agar tidak terjadi perpecahan dan permusuhan di tengah-tengah masyarakat, yang menyebabkan merusak rasa persatuan dan kesatuan. Apabila telah terjadi perpecahan di tengah-tengah masyarakat tentunya mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sejarah kerajaan Majapahit hanya berkuasa selama 709 tahun, akibat kerajaan itu runtuh karena terjadinya perpecahan di internal. Untuk itu, masyarakat harus belajar dari sejarah Majapahit untuk menghindari terjadinya perpecahan di Indonesia agar tetap jaya,” tutur Bupati dua periode ini.

Bupati mengungkapkan, syukuran peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur, bahwa kemerdekaan itu benar-benar hasil perjuangan pahlawan kusuma bangsa, untuk membebaskan bangsa dari tangan-tangan penjajah.

"Kemerdekaan RI merupakan hasil perjuangan para pahlawan, masyarakat masa lalu, dengan berkat rahmat Allah, Indonesia merdeka yang harus disyukuri, setidaknya generasi bangsa bisa belajar dari masa lalu,” pungkasnya.

Syukuran HUT ke-74 Kemerdekaan RI diisi tausyiah kebangsaan oleh KH. Abdul Hamid Mannan Munif dari Kabupaten Pamekasan. ( Yasik, Fer )