Media Center, Senin ( 03/02 ) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam memanfaatkan teknologi informasi tidak terjebak kepada sisi negatif era digitalisasi.
“Perkembangan dan kecepatan informasi bisa meningkatkan wawasan dan pengetahuan, namun di sisi lain juga memiliki dampak negatif, seperti informasi-informasi negatif yang bersifat destruktif,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Apel Gabungan di halaman Kantor Bupati, Senin (03/02/2020).
Para ASN Pemkab Sumenep harus mampu membendung gempuran teknologi informasi dan komunikasi dengan memfilter setiap informasi yang ada di sosial media, supaya tidak mudah terpengaruh konten negatif yang tidak jelas sumbernya.
“Saya tekankan seluruh ASN menjadi filter untuk menyaring berbagai informasi utamanya berita bohong (hoax) yang berdampak meresahkan masyarakat, agar bisa menetralisir berita-berita itu,” kata Bupati dua periode ini.
Bupati mengungkapkan, ASN harus menjadi teladan masyarakat untuk menciptakan suasana yang damai dan kondusif dengan tidak menyebarkan informasi atau berita bohong kepada masyarakat di masing-masing lingkungannya.
“Jadilah ASN sebagai pengguna media informasi yang sehat serta mampu memilah informasi yang benar dan tidak benar untuk menjaga kondufitas di daerah,” tandasnya.
Para ASN hendaknya memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan bijak, bahkan mampu memfungsikan sosial media atau informasi untuk kreativitas dan inovasi, guna menunjang kerjanya maupun sebagai sarana menginspirasi masyarakat pada kegiatan positif, dalam rangka mengisi pembangunan sesuai profesi dan kapasitasnya.
“Jadikanlah media informasi atau sosial sebagai sarana kegiatan positif yang memberi manfaat baik untuk diri sendiri maupun banyak orang,” pungkas Bupati, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si. ( Yasik, Fer )