Sumenep-Infokom News Room : Setelah pendistribusian Kartu Kompensasi BBM (KKB) yang diserahkan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep beberapa waktu lalu, akhirnya Senin (17/10) pencairan dana kompensasi subsidi BBM dalam bentuk Subsidi Tunai Langsung (STL) itu sebagai konsekwensi dari kenaikan harga BBM tanggal 1 Oktober lalu mulai disalurkan PT. POS Sumenep dibeberapa Kecamatan. Pada hari pertama penyaluran STL guna mengetahui kondisi dilapangan, Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM beserta rombongan mengunjungi PT. POS Sumenep dan Kecamatan Gapura, sedangkan Wakil Bupati, Drs. H. Moh. Dachlan, MM mengunjungi Kecamatan Pasongsongan, Dasuk dan Manding. Ketika ditemui News Room, Kepala PT. POS Sumenep, Iwan Ardhi.W mengatakan, secara serentah untuk kecamatan di wilayah daratan, penyalurannya dilaksanakan pada hari Senin (17/10), hanya saja karena terbatasnya tenaga petugas dan tingginya masyarakat penerima dana STL itu, 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Batuputih, Talango, Rubaru dan Saronggi tidak dapat disalurkan hari Senin, namun yang pasti masyarakat penerima STL di 4 Kecamatan itu baru akan dilakukan tanggal 18 hingga 20 Oktober 2005 besok. Disoal penyaluran STL didaerah kepulauan, Iwan Ardhi mengakui, STL belum dapat diterima masyarakat dan pihaknya tidak dapat memastikan kapan pencairannya, pasalnya sampai detik ini, KKB-nya belum didistribusikan oleh Badan Pusat Statistik. Sementara itu Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM dijumpati disela kunjungannya di Kantor PT. POS Sumenep menjelaskan, dalam penyaluran STL tersebut, pemerintah daerah tidak mempunyai kewenangan, hanya saja pihaknya sebagai fasilitator untuk pengaduan masyarakat. Guna mempermudah pengaduan masyarakat, Pemerintah Daerah membetuk TIM khusus, yakni Unit Pengaduan Masyarakat dan Monitoring, sehingga apabila ada keluhan dari masyarakat, pihaknya menyerahkan hal itu kepada BPS untuk ditindak lanjuti. Bupati mengakui, terkait pencacahan KK miskin dan penyaluran STL oleh BPS dan PT. POS, Tim Unit pengaduan masyarakat dan monitoring tidak menerima satu keluhan atau masukan dari masyarakat. ( Yasik,Esha )