News Room, Sabtu ( 22/12 ) Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si menyatakan siap melaksanakan rekomendasi yang dihasilkan dari Kongres Kebudayaan Madura (KKM) II. Bahkan, pihaknya mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan Kongres ini yang digelar mulai tanggal 21 hingga 23 Desember 2012. Bupati menilai, kongres kali ini sudah mengalami peningkatkan dibandingkan Kongres I pada tahun 2007 lalu, dengan melibatkan banyak elemen masyarakat. “Untuk Kongres II ini sudah cukup bagus. Tapi, yang harus menjadi catatan para pelaksana kegiatan adalah pasca Kongres nanti, tidak langsung bubar seketika, melainkan harus ada evaluasi mengenai kelebihan dan kekurangannya, supaya pelaksanaan kegiatan tersebut mempunyai makna,”katanya. Bupati mengungkapkan, pelaksanaan kongres yang sudah menelan biaya besar, sehingga tidak ada alasan untuk menolak rekomendasi yang dihasilkan. “Rekom tidak lagi bisa sekedar tulisan di atas kertas. Masing-masing Pemerintah Daerah di Madura ini harus siap untuk melaksanakannya,”terangnya. Hanya saja, kata Bupati, perlu disusun skala prioritas, mana rekomendasi yang harus didahulukan, dan mana yang bisa ditunda. “Kongres ini kan dilakukan tiap 5 tahun sekali. Nah, selama jeda waktu itulah bisa disusun mana yang akan dilaksanakan lebih dulu, dan mana yang berikutnya,”ujarnya. Sedangkan, untuk meningkatkan dan menjaga kebudayaan yang ada di Sumenep, Bupati menerangkan, tidak mudah dan harus dilakukan 3 hal, diantaranya menyediakan anggaran. “Kami sudah meningkatkan anggaran untuk kegiatan kebudayaan di Sumenep. Hanya saja, anggaran itu cukup kalau tidak dibarengi dengan lembaga kebudayaan yang kuat. Jangan sampai lembaga itu terpetak-petak. Jadi, lembaga tersebut harus diperkuat, baru kemudian budaya bisa berkembang dan dijaga kelestariannya,”ungkapnya. Kongres Kebudayaan Madura II yang digagas Said Abdullah Institute (SAI), dengan tema “Satu Hati Untuk Bangsa” tersebut, diharapkan menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya merumuskan Perda Bahasa Madura, membentuk Badan Pekerja Kongres Kebudayaan Madura (BP-KKM) untuk melakukan langkah-langkah konkrit, dan mengkomunikasikan dengan stakeholders. Selain itu, Perguruan Tinggi di Madura diharapkan untuk membuka Program Studi Bahasa Madura. ( Nita, Esha )