Sumenep-Kominfo News Room : Program Wislic, baik melalui dana APBN dan APBD di sejumlah Desa bisa memenuhi kebutuhan air bersih dan mencegah penyebaran penyakit. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM ketika meresmikan program wislic APBD dan pola mandiri (APBD II) yang dipusatkan di Desa Kambingan Timur Kecamatan Saronggi mengatakan, guna memberikan ketersedian air bersih, pemerintah memprogramkan wislic, tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat dari penyakit melalui air dan lingkungan. Terkait dengan pengelolaan program wislic tersebut, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat, dengan harapan keberadaan program wislic itu bisa berkelanjutan dan ada peningkatan. Bupati menuturkan, yang terpenting untuk mencegah penyebaran penyakit, masyarakat harus memperhatikan pola hidup bersih lingkungan, terutama dalam membuang kotoran dan sampah, sebab jika masyarakat tidak memperhatikan hal itu, maka akan memudahkan berkembangnya penyakit. Ditempat yang sama, Direktur Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan RI, Wan Alqadri, fasilitas ketersedian air bersih itu untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam masalah kesehatan. Dia mencontohkan, dengan membiasakan masyarakat mencuci tangan dan membuat jamban, akan terbentuk Desa yang sehat. Namun untuk menyukseskan program wislic, harus ada kerja sama antara pemerintah pusat, propensi dan pemerintah daerah, sebab hanya sekitar 50 prosen penduduk yang akses terhadap air bersih. Wan Alqadri menyatakan, dalam menentukan lokasi pembangunan program wislic itu, pemerintah memperhatikan beberapa hal, diantaranya Desa yang merupakan sarang penyakit diare, dan dari sesi ekonomi masyarakat. Sementara dari 21 Desa yang memperoleh program wislic, sebanyak 9 Desa melalui dana APBN dan sebanyak 6 Desa melalui APBD. Sedangkan pembangunan wislic untuk Kecamatan Saronggi sebanyak 6 Desa, Kecamatan Dungkek sebanyak 6 Desa, Kecamatan Nonggunong sebanyak 3 Desa dan Kecamatan Rubaru serta Dasuk masing-masing sebanyak 3 Desa. ( Yasik, Esha )