News Room, Senin ( 27/06 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Apel Gabungan dan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2016 di halaman Kantor Bupati Sumenep, Senin (27/06) mengakui penyalahgunaan dan peredaran narkoba semakin memprihatinkan. Karena narkoba telah menjangkiti dan menjadi musuh manusia tanpa memandang usia, jenis kelamin dan status sosial.
“Narkoba dinilai lebih berbahaya daripada terorisme. Karena, narkoba terbukti merusak masa depan bangsa di negara manapun,”ungkapnya.
Dikatakan, dalam jangka panjang berpotensi besar, mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa. Bisa dibayangkan, jumlah pengguna narkoba di Indonesia pada tahun 2015 mencapai 4,1 juta orang, atau 2,2 persen dari total penduduk Indonesia. Dalam satu hari saja, ada 50 orang meninggal dunia karena narkoba. Kerugian material pun cukup besar, mencapai Rp. 63 triliun per-tahun.
Berdasarkan pemetaan Polda Jawa Timur, Kabupaten Sumenep termasuk pada zona merah. Yakni, daerah rawan penyalah gunaan narkotika, karena jumlah kasus penyalah gunaan narkoba yang terus meningkat dan kondisi geografis yang kepulauan.
Dijelaskan, pada tahun 2015, jumlah kasus narkoba di Sumenep mencapai 55 kasus. Namun, pada awal tahun 2016 hingga bulan ini, sudah ada 34 kasus dengan barang bukti yang sudah dimusnahkan seberat 90,26 gram.
“Kita harus membuka mata hati kita semua, betapa narkoba adalah musuh terbesar bangsa saat ini. Sudah saatnya seluruh elemen bangsa bersatu padu memerangi kejahatan narkoba,”tandasnya. ( Ren, Esha )