Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-12-2006
  • 551 Kali

BUPATI SUMENEP MINTA PERSETERUAN PT. GARAM DAN YTL TIDAK DIMANFAATKAN SEBAGAI OBYEK KEPENTINGAN

Sumenep-Kominfo News Room : Untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan antara PT. Garam dengan petani garam yang tergabung dalam Yayasan Tanah Leluhur (YTL) dan petani garam se Madura yang difasilitasi Pemerintah Propinsi Jawa Timur, tidak pernah melibatkan pemerintah Kabupaten Sumenep. Padahal Pemprop Jawa Timur itu telah melakukan pertemuan sebanyak 2 kali antara PT. Garam dan perwakilan petani garam di Madura. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM menjelaskan, sepengetahuannya belum pernah pemerintah daerah menerima undangan dalam rangka memfasilitasi penyelesaian konflik antara PT. Garam dengan Yayasan Tanah Leluhur. Namun yang pasti, sikap pemerintah daerah dalam menyikapi perseteruan PT. Garam dan YTL itu tetap akan mengacu kepada rekomendasi DPR-RI, bahwa yang memfasilitasi adalah pihak Pemerintah Propinsi dengan Kabupaten. Bupati menerangkan, sejatinya pemerintah daerah bersedia bersama dengan Pemprop Jawa Timur memfasilitasi persoalan PT. Garam dengan YTL, namun karena pihaknya tidak pernah menerima undangan, pihaknya tidak menghadiri pertemuan tersebut. Bupati menambahkan, perseteruan antara PT. Garam dengan Yayasan Tanah Leluhur yang saat ini belum terselesaikan, pihaknya hanya menginginkan pihak-pihak tertentu untuk tidak memanfaatkan moment ini sebagai jembatan emas untuk menjadi obyek kepentingan pribadi maupun kelompok. ( Yasik,Ong,Esha )