Sumenep-Kominfo News Room : Pencanangan Gerakan Penghijauan dan Konservasi Alam (GPKA) tahun 2006, ditempatkan di Desa Tamansare Kecamatan Dungkek, Kamis (28/12). Gerakan Penghijuan dan Konservasi Alam tahun ini ditandai dengan penanaman 1 juta lebih bibit tanaman kehutanan dan perkebunan yang ditanam di Kecamatan daratan dan kepulauan. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM menuturkan, penanaman sejuta pohon dengan bermacam-macam jenis itu akan memberi arti positif untuk kehidupan manusia, apabila semua pihak berkomitmen untuk melakukan penghijauan dan konservasi alam yang sungguh-sungguh, terutama untuk menjaga dan memilihara kelestraian lingkungan. Dengan tema “Menanam Berarti Menabung†memiliki makna bahwa hasil penanaman bibit tanaman kehutanan dan perkebunan tersebut akan terasa setelah kurun waktu 5 tahun kedepan, namun yang jelas target penamanam sejuta pohon ini untuk kehidupan generasi mendatang, karena pemerintah menginginkan jangan sampai generasi mendatang mendapat warisan dengan kondisi alam yang porak poranda, gara-gara leluhurnya serakah dan tidak memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan. Disisi lain Bupati menerangkan, kendati pemerintah daerah bertekad mencegah terjadi bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, jika tidak ada komitmen bersama antara pemerintah dan komponen masyarakat, sangat mustahil. Untuk itu pihaknya berharap peran tokoh masyarakat dan organisiasi kemasyarakatan memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk saling memiliki rasa tanggung jawab. Ditempat yang sama Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Dail, M.Si menambahkan, penanaman bibit tanaman kehutanan dan perkebunan diberarapa Kecamatan daratan dan kepulauan itu mencapai 1.164.500 batang. Bibit tanamam itu diantaranya, jati sebanyak 55.000 batang, akasia 764.000, mahoni 66.000, mangrove 160.000, jarak 32.000, cabe jamu 62.000, kelapa 20.000 dan cemara udang sebanyak 500 batang. ( Yasik,Ong, Esha )