Media Center, Jum’at ( 20/09 ) Pameran keris nusantara digelar bukan sekedar kegiatan seremonial semata, namun harus memberikan dampak positif terhadap perkembangan benda warisan leluhur yang mengandung nilai historis dan budaya.
“Pameran keris itu jangan hanya sebagai kegiatan yang sifatnya formalitas saja, melainkan harus bermanfaat untuk pelestarian dan perkembangan keris di era saat ini, supaya tidak punah tergerus perubahan,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, pada pembukaan Pameran Keris Nusantara di depan Museum Keraton setempat, Jumat (20/09/2019).
Bupati berharap, pengrajin, paguyuban pusaka dan kolektor setelah pelaksanaan pameran mempunyai program sebagai tindak lanjut kegiatan yang dilakukan bersama-sama, supaya masyarakat tidak hanya sekedar melestarikan nilai-nilai historis dan budaya warisan leluhur, namun saat ini harus memberikan efek yang lebih luas untuk mendukung pembangunan di daerah.
“Keris dan pusaka lainnya harus berorientasi pada aspek ekonomi masyarakat terutama pengrajin (empu) agar pemasaran produknya lebih menyeluruh jangkauannya baik di Sumenep maupun luar daerah,” ujar Bupati dua periode ini.
Bupati mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah melakukan banyak ikhtiar dalam melestarikan dan mengembangkan keris, di antaranya pada Bulan November 2014 lalu, mendeklarasikan sebagai Kota Keris, karena memiliki pengrajin keris terbanyak di dunia yakni sebanyak 650 orang.
“Bahkan, pada tahun 2018, juga menetapkan Desa Aeng Tongtong sebagai desa keris, karena memiliki pengrajin keris terbanyak di Kabupaten Sumenep. Selain itu, pemerintah melalui Kemendikbud menetapkan keris sebagai benda cagar budaya dan setiap tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari Keris Nasional,” tandasnya.
Pada kesempatan itu Bupati Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, dan Wakil Bupati Achmad Fauzi, SH bersama peserta pameran berkomitmen untuk mendukung pemerintah menetapkan Hari Keris Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Drs. Carto, MM, mengungkapkan, pameran keris nusantara bertajuk Sumenep Berkeris diikuti sebanyak 150 orang, di antaranya sebanyak 100 orang berasal dari berbagai daerah seperti Malang, Surabaya, Jogyakarta, Solo dan Jakarta.
“Jadi peserta dari luar daerah itu mengikuti bursa dan pameran keris di Sumenep selama tiga hari sejak Jum’at hingga Senin 20-23 September 2019,” pungkasnya.
Usai membuka Pamaren Keris Nusantara, Bupati dan Wakil Bupati Sumenep serta Anggota Forkompinda bersama Kepala OPD meninjau bursa dan pameran keris di areal Museum Keris Pendopo Agung setempat. ( Yasik, Fer )