News Room, Senin ( 12/11 ) Tantangan kedepan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni masalah moral anak-anak bangsa. Karena itu, lembaga-lembaga keagamaan dan lembaga kemasyarakatan harus terus berpikir bagaimana mendidikan anak-anak calon pemimpin bangsa ini untuk khususnya di Sumenep untuk menjadi pemimpin yang baik. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si ketika memberikan sambutan pada acara Penyerahan Bantuan Sosial, Kemasyarakatan dan Keagamaan Tahap II di pendopo Agung Kraton Sumenep, Senin (12/11) Sebab, diakui Bupati upaya yang dilakukan saat ini tidak bisa dilihat sekarang. Namun, bisa dilihat dalam waktu jangka panjang. Yakni dalam jngka 10 – 20 tahun mendatang bisa muncul pemimpin masa depan yang memiliki fisioner dan tetap memiliki aklak yang baik. Karena itu, pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep saat ini, secara substansial pada hakekatnya ditujukan untuk menciptakan manusia-manusia yang berkualitas. “Menurut saya ada 3 indikator utama dalam penciptaan manusia yang berkualitas itu, antara lain tingkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi.”ujarnya. Dijelaskan, ketiga indikator utama itu dijadikan rujukan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah dalam melaksanakan program-program yang diarahkan untuk mewujudkan tiga indikator utama tersebut. Seperti halnya dibidang pendidikan, memprogramkan peningkatan pendidikan baik formal maupun non formal melalui berbagai upaya seperti pemberian beasiswa pendidikan, peningkatan mutu pendidik, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, membangun fasilitas- fasilitas pendidikan yang berkualitas, baik sarana maupun prasaranya, serta peningkatan kesejahteraan guru. Dibidang kesehatan, dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, pemerintah juga telah memberikan keringanan kepada masyarakat untuk dapat perawatan gratis di kelas III, serta persalinan gratis di seluruh puskesmas di Kabupaten Sumenep. Selain program ini, pemerintah juga akan mengembangkan dalam bentuk program- program lain, diantaranya adalah program Jamkesmasda serta asuransi jiwa yang ditujukan bagi masyarakat miskin. Sementara Asisten Pembangunan dan Ekonomi Sekdakab Sumenep, Drs.H. Abdullah Said, M.Si menjelaskan, bantuan keagamaan dan kemasyarakat tersebut sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam rangka pembangunan lemabaga keagamaan, Pondok Pesantren, Masjid, Musholla dan Kesejahteraan guru ngaji. “Dengan memberikan bantuan keuangan tersebut juga untuk peningkatan kemampuan masyarakat dalam ikut serta dalam pembangunan bidang keagamaan khususnya pembangunan mental spiritual.Jelasnya. Sementara itu, pemberian bantuan keamagaan dan Kemasyarakatan dalam beberapa tahun terus mengalami kenaikan. Bahkan, untuk tahun 2012 ini mengalami kenaikan sangat drastis yakni hampir mencapai 100 persen. Jika pada tahun 2010 berjumlah 2 milyar 313 juta 500 ribu rupiah, tahun 2011 meningkat menjadi 2 milyar 810 juta 500 ribu rupiah dan maka pada tahun ini meningkat menjadi 5 milyar 248 juta rupiah. Dan untuk pemberian bantuan tahap II ini sebesar Rp. 2 milyart 481 juta dengan rincian, bantuan kesejahteraan guru ngaji sebanyak 912 orang, Ponpes 44 lembaga, Masjid 150 lembaga, Mosholla 396 lembaga, gereja-Klenteng 3 lembaga, organisasi keagamaan 9 lembaga dan Majelis Taklim 10 lembaga. ( Ren, y02k )