Sumenep-Infokom News Room : Guru merupakan bagian dari tokoh masyarakat diharapkan untuk mensosilaisasikan kepada masyarakat terkait adanya rencana pemerintah menaikkan harga BBM, bahwa kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM itu bukan berarti pemerintah tidak memikirkan nasib rakyatnya dan dampaknya, sebab sebelum keputusan itu diambil, pemerintah telah melakukan kajian dan antisipasinya. Demikian diungkapkan Bupati Sumenep, KH. Moh Ramdlan Siraj, SE, MM dalam acara penyerahan bantuan biaya bagi Guru Sekolah Swasta di Pendopo Kantor Kecamatan Pragaan, Selasa (27/09 ). Sedangkan alasan pemerintah menaikkan harga BBM itu, karena apabila subsidi BBM tidak diturunan akan berdampak terhadap keberlangsungan viskal, sehingga berpengaruh pada pembangunan yang akan dilakukan pemerintah secara nasiolnal, selian itu pemerintah menilai subsidi BBM selama ini kurang tepat sasaran, sebab dengan harga premium sebesar Rp. 2.400,00 per liternya, subsidi pemerintah mencapai sekitar RP. 3.000,00 per liter. Tetapi besarnya subsidi BBM itu dirasa tidak terlalu bermanfaat bagi masyatakat miskin, melainkan lebih menguntungkan masyarakat kelas menegah atas, khususnya bagi masyarakat yang memiliki kendaraan. Disamping itu, murahnya harga BBM di Indonesia dibandingkan negara lainya, dimungkinkan dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyelundupkan BBM ke luar negeri. Namun demikian, pemerintah telah memanfaatkan pengurangan subsidi BBM itu dalam PKPS-BBM diantaranya, bidang Kesehatan melaui Askes, Pendidikan melalui BOS dan program sarana pedesaan. Bahkan dalam rencana kenaikan BBM bulan Oktober mendatang, kompensasi BBM setiap keluarga miskin akan mendapatkan uang sebesar Rp.100.000,00 per bulan. Sementara itu penyerahan dana bantuan bagi guru sekolah swasta tahap kedua APBD tahun 2005 menurut Kepala Kantor Kepegawian Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, M.Si diberikan kepada guru TK, RA, MI, SD, SMP, MTs, SMA, MA yang masing-masing sekolah 1 orang guru, sebesar Rp. 250.000,00 yang diberikan setiap 3 bulan sekali. Adapun penerima bantuan biaya bagi guru sekolah swasta meliputi Kecamatan Guluk-guluk sebanyak 106 orang guru dengan total anggaran Rp.106 juta. Kecamatan Ganding sebanyak 94 guru dengan nilai Rp. 94 juta, Kecamatan Lenteng 126 guru dengan nilai Rp. 126 juta, Kecamatan Saronggi 23 guru dengan nilai Rp. 23 juta, Kecamatan Bluto 98 guru dengan nilai Rp. 98 juta, Kecamatan Pragaan 139 guru dengan nilai Rp. 139 juta dan Kecamatan Giligenting 28 guru dengan nilainya Rp. 28 juta. Dan total anggaran dana bantuan biaya bagi guru sekolah swasta itu mencapai Rp. 6. 414 juta . ( Yasik, JuP-35, Esha )