News Room, Rabu ( 22/04 ) Bupati Sumenep, DR. KH. A. Busyro Karim, M.Si melakukan panen raya demplot padi dan penyerahan bantuan alsintan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) di perbatasan Desa Parsanga dan Desa Kacongan Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (22/04).
Dalam sambutanya Bupati Sumenep berharap melalui bantuan berupa peralatan pertanian diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat petani khususnya di Kabupaten Sumenep. Sebab, diakui Bupati jika selama ini lahan pertanian produktif di Kabupaten Sumenep masih sekitar 60 persen.
Sehingga, perlu adanya cetak lahan sawah baru, khususnya di daerah-daerah yang selama ini masih menjadi lahan tidur, seperti yang dilaksanakan di Kepulauan Arjasa dan Kangayan, untuk dilaksanakan cetak lahan sawah baru sebanyak 300 hektar dengan nilai biaya sekitar Rp. 3 milyar yang merupakan dana dari pusat.
“Selama ini kami masih lakukan cetak lahan sawah baru di kepulauan, jika nantinya ada lahan tidur di daratan seluas 300 hektar bisa diinformasikan untuk dilakukan cetak lahan sawah baru.”ungkapnya.
Apalagi tegas Bupati, saat ini lahan pertanian yang ada di Kabupaten Sumenep, khususnya di perkotaan semakin berkurang karena berbagai faktor seperti pembangunan perumahan dan semacamya. Sehingga diperlukan sebuah solusi agar hasil pertanian tidak sampai berkurang.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si menjelaskan, pemberian bantuan peralatan pertanian sebanyak 61 traktor kepada kelompok tani, dan 39 pompa air. Sedangkan bantuan 1 unit peralatan tanam padi diberikan kepada Gapoktan dan bantuan benih padi sebanyak 500 kilogram untuk dua desa yakni Desa Dungkek dan Desa Saronggi.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian serta mewujudkan swasembada pangan dan dapat meningkatkan kesejahetaraan para petani di Sumenep.”ungkapnya.
Sementara, untuk uji coba tanaman padi dengan menggunakan alat tanam petro bioganik yang dilakukan seluas 1 hektar, bisa menghasilkan 8,6 ton, sedangkan sebelumnya biasanya hanya menghasilkan 7,3 ton gabah kering. Sehingga, ada peningkatan produksi sebanyak 1,3 ton dalam 1 hektar. ( Ren, Fer )