Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-09-2014
  • 423 Kali

Bupati Nilai Pilkada Tidak Langsung Kurang Efisien

News Room, Rabu ( 10/09 ) Pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung menjadi pemilihan tidak langsung, membuat Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si ikut angkat bicara. Menurut Bupati, sebenarnya pemilihan langsung itu lebih baik dalam hal memberikan pembelajaran politik kepada masyarakat untuk memilih Kepala Daerah sesuai hati nuraninya. "Melalui Pemilu langsung ini menunjukkan Kepala Daerah itu adalah pilihan rakyat,"kata Bupati, Rabu (10/09). Bupati menilai jika Pemilu diganti menjadi tidak langsung, yakni dikembalikan kepada DPR, nantinya akan menjadi tidak efisien. "Bagi kami, Pilkada tidak langsung tersebut tidak efisien, hanya efektif dan terukur. Karena menguntungkan segelintir kelompok, sedangkan hasilnya bukan pilihan rakyat,"terangnya. Ungkapan serupa juga dilontarkan Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si. "Secara pribadi, Pilkada itu lebih baik dilaksanakan secara langsung. Sebab, bisa memberikan kepuasan tersendiri kepada masyarakat. Karena memilih figur dan ketokohan kandidat tersebut,"ungkapnya. Namun, lanjut Wabup, jika Pilkada tidak langsung hanya diserahkan kepada partai politik saja. ( Nita, Esha )