Sumenep-Kominfo News Room : Meskipun pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) ketika era reformasi mulai terabaikan, ternyata tidak berdampak terhadap jumlah angka kelahiran. Sejak tahun 1998 hingga 2007 angka kelahiran setiap tahun masih bisa terkendali. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM ketika rapat kerja Keluarga Berencana Kependudukan dan Catatan Sipil di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Selasa pagi (12/06) mengatakan, angka kelahiran mencapai 1,66 prosen atau berdasarkan evaluasi dalam data keluarga, angka kelahiran rata-rata mencapai 1,08 prosen. Pemerintah daerah mengharapkan instansi terkait dan komponen masyarakat tidak terlena dengan jumlah pertumbuhan penduduk tersebut, namun hendaknya pihak terkait dan elemen masyarakat mengoptimalkan kembali program pemerintah, seperti Keluaraga Berencana (KB) dalam rangka mencegah pertumbuhan penduduk. Bupati menuturkan, yang terpenting dalam mensukseskan program Keluarga Berencana itu, pihaknya menginginkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti program Keluarga Berencana, sebab semakin tinggi kesadaran masyarakat akan mepermudah untuk mencegah pertumbuhan penduduk. Ditempat yang sama Kepala BKKBN Proipinsi Jawa Timur, Priyanto menegaskan, berdasarkan data Susenas terbaru, pertumbuhan angka kelahiran di Jawa Timur mencapai 1,03 prosen dan angka tersebut jauh lebih rendah dari target nasional yang mencapai 1,3 prosen dari jumlah penduduk sebanyak 37 juta, sedangkan untuk pertumbuhan di Kabupaten Sumenep tidak jauh berbeda dengan Propinsi Jawa Timur. ( Yasik, Esha )