News Room, Senin ( 03/10 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep meminta Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Sumenep, untuk menjaga nama baik daerah selama menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat pelepasan secara simbolis JCH Kabupaten Sumenep 2011, di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Senin (03/10) mengatakan, pihaknya menitip pada JCH, agar senantiasa menjaga nama baik warga Kabupaten Sumenep di Tanah Suci Mekkah. Karena itu, JCH Kabupaten Sumenep dalam menunaikan ibadah haji, harus menunjukkan sikap dan tindakan yang mencerminkan adat istiadat dan budaya orang Sumenep. ”Saya titip nama baik Sumenep pada JCH, dan sebagai ciri-ciri orang Sumenep, adalah masayarakat yang selalu berfikir rasional, tetapi tetap tawaddhu’ baik saat berangkat hingga kembali ke Sumenep. ”tegasnya. Bupati menyatakan, JCH juga harus menjaga kesehatannya, sebab menunaikan ibadah haji tidak hanya sekedar melaksnakan ibadah saja, namun juga membutuhkan kesehatan yang prima, sehingga JCH Kabupaten Sumenep bisa melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. ”Ibadah haji dintaranya penekannya, yakni masalah kesahatan, sehingga JCH harus menjaga keseahatanya, agar bisa melaksanakan kegiatan ibadah haji.”ungkapnya. Ditempat yang sama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Drs. H. Idham Chalid, MH mengungkapkan, JCH Kabupaten Sumenep tahun 2011 sebanyak 694 orang, dan JCH termuda berusia 20 tahun atas nama Sabilah Nauliyah binti Sutrisno Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep, serta JCH tertua berusia 91 tahun atas nama Mahluwen bin Bukasim Desa Duko Kecamatan Arjasa. Jamaah Calon Haji berangkat dari Sumenep menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada tanggal 5 Oktober 2011 mendatang. ”Jamaah Calaon Haji Sumenep berangkat ke Surabaya menuju Asrama Haji tanggal 5 September 2011 pada pukul 01.00 WIB (dini hari) dari GOR A. Yani Pangligur Sumenep. JCH harus berangkat dini hari, karena ketentuannya, JCH Kabupaten Sumenep pada pukul 07.00 WIB pagi sudah harus tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.”tegasnya. Sementara itu, dari 694 JCH, sebanyak 473 orang berasal dari 18 Kecamatan daratan dan 1 Kecamatan kepulauan terdekat, yakni Talango, dan sebanyak 221 orang dari 8 Kecamatan kepulauan lainnya. ( Yasik, Esha )