Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-05-2017
  • 451 Kali

Bupati : Melalui Pramuka, Cegah Persoalan Remaja Dan Narkoba

Media Center, Kamis ( 04/05 ) Gerakan Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” harus mendapat dukungan semua pihak, karena melalui Pramuka berpotensi menekan angka persoalan remaja, dan pemuda masa kini.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, Pramuka merupakan salah satu gerakan untuk mencetak pelajar menjadi anak yang tangguh, sehat, dan mempunyai visi yang baik untuk mencapai cita-cita.

Melalui Pramuka diharapkan mampu mencegah generasi muda bebas dari ganguan berbahaya, seperti narkoba yang menjadi persoalan ditengah-tengah masyarakat.

“Kita harus bersama-sama memerangi narkoba, terutama generasi muda, yakni pelajar dan pemuda. Karena berdasarkan data, mulai pelajar SMP dan SMA hingga mahasiswa sudah mengkomsumsi narkoba. Rinciannya, pengguna narkoba pelajar SMP sebesar 2,6 persen, pelajar SMA sebesar 4,7 persen, dan Mahasiswa 7,7 persen pernah menggunakan narkoba,”kata Bupati saat membuka Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 di Desa Kebunagung Kecamatan Kota Sumenep, Rabu malam (03/05).

Bupati menyatakan, pelajar harus menjadi generasi kreatif dan inovatif, karena hanya pelajar dan pemuda kreatif dan inovatif yang mampu memegang dan menguasai dunia. Karena itu, pelajar dan pemuda yang malas pasti tergilas oleh jaman dan tidak mungkin bisa mewarnai dunia sekaligus perubahan.

“Dunia hanya dipegang oleh orang orang kreatif dan penuh inovatif. Kita digilas oleh jaman kalau tidak generasi yang kreatif dan inovatif, karena orang-orang kreatif dan inovatif yang mampu mewarnai dan melakukan perubahan bangsa dan negara ini, bahkan melakukan perubahan kearah yang lebih baik,”tegasnya.

Bupati menambahkan melalui gerakan pramuka juga bisa mencegah gerakan radikalisme karena radikalisme di sekolah-sekolah semakin marah. Bahkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kalangan muda Indonesia makin mengalami radikalisasi secara ideologis makin tidak toleran.

”Saya kagum dan mendukung adik-adik Pramuka untuk terus aktif di organisasi ini, karena organiasi Pramuka sudah teruji ini, karena di organisasi Pramuka tidak hanya menemukan teman tapi di Pramuka juga menemukan jati diri menjadi jujur, tangguh, trampil, cakap, suka bergaul dan memiliki pengetahuan yang luas,”imbuh Bupati.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwarcab Pramuka Sumenep, Moh. Hasyik, M.Pd mengungkapkan, peserta Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka 2017” di Kabupaten Sumenep melibatkan 1000 anak Pramuka se Madura, yang terdiri dari Kwarcab Bangkalan 200 anak, Sampang 200 anak, Pamekasan 200 anak, dan Kab Sumenep 400 anak.

“Kegiatan ini menargetkan mengecat 100 rumah penduduk di Desa Kebunagung selama 3 hari, sejak tanggal 3 hingga 5 Mei. Sengaja memilih Desa Kebunagung, terkait dengan Visit Sumenep 2018 yang lokasinya menuju Wisata Religi Asta Tinggi,”tegasnya. ( Yasik, Esha )