Media Center, Minggu ( 10/03 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menggencarkan promosi wisata dengan meluncurkan Kalender Wisata Tahun 2019 di objek wisata Pantai Slopeng Kecamatan Dasuk, Minggu (10/03/2019).
Pemkab Sumenep pada kalender wisata tahun ini telah mengagendakan berbagai kegiatan mulai bulan Maret hingga Desember sebanyak 40 kegiatan (event) baik nasional maupun internasional.
“Saya berharap pengelolaan kegiatan pariwisata harus profesional, misalnya event wisata harus tepat waktu sesuai kalender yang ada, bahkan berkelanjutan harus rutin dilaksanakan setiap tahun dengan berbagai inovasinya agar masyarakat mengetahui ada kegiatan itu setiap tahun.” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Peluncuran atau Grand Opening Visit Sumenep 2019.
Ia menyatakan, penyelenggara jangan hanya mementingkan kuantitas kegiatannya, namun harus meningkatkan kualitas yang mengutamakan kegiatan atau event wisata “berkelas” dan bisa menyedot perhatian wisatawan sesuai dengan karakter dan potensi daerah.
“Target utama kunjungan wisata untuk mengajak orang luar daerah berkunjung ke Kabupaten Sumenep, sehingga bisa memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” tutur Bupati dua periode ini.
Pada kesempatan itu, penyelenggara menampilkan Jikustik dan NOS band ikut memeriahkan peluncuran Kalender Kunjungan Wisata atau Visit Sumenep 2019.
Bupati menyampaikan, penyelenggara dan semua unsur baik di lingkungan pemerintah daerah dan masyarakat harus berperan aktif mendukung setiap kegiatan pariwisata.
Salah satunya dengan mempromosikan dan memasarkan secara massif bukan hanya tingkat regional namun nasional, supaya masyarakat Indonesia mengetahui kegiatan pariwisata di Sumenep.
“Promosi dan pemasaran tidak hanya tanggung jawab Dinas Komunikasi dan Informatika serta Humas dan Protokol saja, namun tugas kita bersama, sehingga meskipun kegiatannya kecil manakala promosi baik pasti mendatangkan wisatawan.” tandasnya.
Bupati mengungkapkan, pemerintah daerah terus memperbaiki akses dan sarana di beberapa tempat wisata agar memberikan kenyamanan kepada para wisatawan.
“Pengembangan destinasi wisata berupa akses dan sarana pendukung wisata membutuhkan biaya besar, sehingga tidak mungkin bisa dibebankan pada APBD Sumenep. Karena itu, kami (Pemkab Sumenep) mempermudah investasi di bidang pariwisata dalam memenuhi kenyamanan wisata.” pungkas suami Nurfitriana ini. ( Yasik, Fer )