News Room, Selasa ( 12/02 ) Tulisan Buku Fiqh Jalan Tengah Imam Asy-Syafi ie karangan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si di launching bersama dengan Jurnal Kariman Sekolah Tinggi Islam Al-Karimiyah (STIA) Braji, di Gedung KH. Hajar Dewantara, Senin sore (11/02). Acara Launching tersebut, selain dibedah langsung oleh penulisnya KH. A. Busyro Karim, juga oleh Rois Syuriah NU KH. Farid Masdar Farid Mas udi dan dihadiri para intelektual muslim, dan Kyai Pondok Pesantren di Sumenep. Menurut Pengasuh Ponpes Al-Karimiyah Braji ini, buku Fiqh Jalan Tengah Imam Asy-Syafi ie merupakan karyanya yang ke 6 dan sudah dipublikasikan sebagai bentuk buku. Konteks buku ini sangat penting bagi umat Islam Indonesia yang umumnya menganut mahdzab Syafi ie terbesar di Asia Tenggara. Karena, pandangan Syafi ie antara Qaul Qadim dan Qaul Jadid tetaplah aktual untuk membedah persoalan ubudiyah dan amaliyah masyarakat. “Munculnya dua Qaul tersebut, merupakan usaha kreatifitas ijtihad yang dikembangkan Imam Syafi ie dalam bidang Fiqh. Namun, pada wilayah lain, kedua Qaul itu merupakan tafsir tegas atas produk hukum Islam yang fleksibel, dinamis dan tidak statis,”ujarnya. Karena, dalam teks kaidah ushul fiqh, hukum bisa berubah akibat perubahan waktu, tempat maupun keadaan. Dan, pemahaman terhadap hukum Islam harus tetap melihat substansi dasarnya. Sementara, DR. Farid Masdar Mas’udi menjelaskan bahwa buku Fiqh Jalan Tengah Imam Asy-Syafi ie, penting untuk ditelaah secara serius, karena mempersoalkan cara pandang baru dalam peta pemikiran Fiqh Islam di Indonesia. “Buku ini sebagai hasil ramuan berbagai sisi pemikiran, baik liberal maupun tekstual, otak dan hati, kemampuan dan kepentingan sebagai ciri khas dari Imam Syafi’ie,”ujarnya. Sebab, banyaknya keragaman dan pola pemahaman yang sesuai dengan disiplin maupun latar berbeda pada sejumlah aliran merupakan keniscayaan dari sebuah lahirnya karya maupun pemikiran. Fiqh yang dikembangkan Syafi ie harus dikembangkan agar lebih bermasyarakat. “Mazhab jalan tengah sebetulnya sebagai aliran dari sekumpulan orang yang tahu masalah, memiliki kearifan dan tantangan untuk selalu berani memilih satu pilihan,”tambahnya. ( Ren, Esha )