Media Center, Rabu ( 01/11 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep mendukung relawan gerakan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Sumenep dengan menanam seribu pohon mangrove di pesisir pantai Kesong Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalinget, Rabu (01/11).
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, dengan kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang mempunyai 126 pulau dan 170 termasuk desa pesisir, perlu melakukan penanaman pohon mangrove. Itu dilakukan untuk menumbuhkan komitmen semua lapisan masyarakat di Sumenep, dalam mendukung upaya pengelolaan pesisir dan laut dalam rangka meminimalisir terjadinya bencana.
“Untuk mengurangi risiko bencana dan potensi kerugian ekonomi akibat bencana di masa mendatang, harus dilakukan upaya sejak dini dengan penanaman pohon mangrove itu.”kata Bupati seusai memimpin upacara Apel Relawan dan Penanaman 1000 Mangrove Tahun 2017 di Gedung Gerak Kecamatan Kalianget, Rabu (01/11).
Dalam penanaman seribu pohon mangrove itu, selain dihadiri oleh Bupati juga hadir Ketua BPBD Jawa Timur, Sudharmawan, Plt. Sekda, Drs. R. Moh. Idris dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumenep.
Bupati mengatakan, masyarakat wajib menjaga kebersihan dan kelestarian lingkugan pesisir pantai sebagai bentuk tanggung jawab menjaga keberlangsungan hidup, karena apabila kondisi lingkungan rusak sangat membahayakan kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berupa gerakan menanam pohon mangrove juga dilaksanakan di daerah lainnya di Sumenep, demi menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir pantai.
“Kami juga lakukan penanaman di daerah lain demi mengantisipasi bencana alam, dan pelaksanaannya secara bertahap. Namun yang jelas kami berharap masyarakat ikut aktif menjaga lingkungan.”tegas Bupati.
Bupati menambahkan, gerakan relawan dan penanaman 1000 mangrove merupakan kehormatan bagi Kabupaten Sumenep yang mendapat bagian secara Nasional program itu namun juga sebagai pertanda Kabupaten Sumenep rawan terjadi bencana alam.
“Meski program itu sebuah kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Sumenep bersama 11 Kabupaten/Kota di Indonesia, namun secara geografis masih rawan terjadinya bencana khususnya di daerah pesisir, serta dipandang memiliki SDM untuk mensukseskan program pencegahan ini.”pungkas Bupati. ( Yasik, Fer )