Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-07-2013
  • 528 Kali

Bupati Ingatkan Masyarakat Tidak Merusak Lingkungan Sekitar

News Room, Selasa ( 30/07 ) Sekitar dua bulan yang lalu, tepatnya di Kecamatan Rubaru terjadi bencana alam berupa tanah longor. Bencana tersebut tentu saja mengakibatkan kerugian-kerugian, baik fisik maupun psikologis. Mudah-mudahan bencana tersebut, bukanlah sebagai hukuman bagi kita, melainkan sebagai ujian dari Allah SWT. “Ada hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa tersebut. yakni agar kita senantiasa menjaga kelestarian bumi dan isinya dengan sebaik-baiknya,”ujar Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara silaturrahim Bupati Sumenep dengan kaum Dhuafa, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Pendopo Kecamatan Ambunten, Senin sore (29/07). Menurut Bupati, dihadapan masyarakat se Eks Pembantu Bupati Ambunten (Ambunten, Pasongsongan, Rubaru, dan Dasuk), alam beserta isinya memang disediakan untuk manusia. Tetapi, tentu saja harus dengan cara-cara yang baik, yang sekiranya tidak mengganggu kelangsungan ekosistem bumi itu sendiri. Misalnya, untuk tidak merusak hutan, menambang pasir sembarangan, serta mengeruk isi bumi tanpa batas. Apalagi di daerah utara Kabupaten Sumenep ini, memang sangat rawan terjadi bencana. Ditambah masih marak penambangan liar baik penambangan pasir maupun galian c. Padahal tegas Bupati, beberapa kali Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menutup lokasi-lokasi penambangan tersebut, yang berpotensi merusak lingkungan sekitar. Dan menghimbau masarakat Ambunten dan sekitarnya, agar menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya. “Saya ingin masyarakat lebih meningkatkan pengawasan, apabila masih ada oknum-oknum yang masih melakukan pengrusakan lingkungan. Dan Pemerintah Kabupaten Sumenep, akan intens menjaga agar hal-hal semacam itu tidak terjadi,”tambahnya. ( Ren, Esha )