Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-02-2018
  • 571 Kali

Bupati : Guru Miliki Peran Penting Membentuk Karakter Siswa

Media Center, Senin ( 26/02 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, guru mempunyai peran yang teramat besar dalam membentuk karakter dalam dunia pendidikan, sehingga guru harus mempertahankan peran itu, agar karakteristik masyarakat Sumenep tetap beradab, berbudaya dan berakhlaq.

”Peran guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik sama dengan orang tua kita juga mendidik, karena itu harus mempertahankan sampai kapanpun, karena merekalah yang membentuk masyarakat yang beradab dan berakhlaqul karimah,” tegas Bupati saat Pembinaan pada Upacara Bendera Hari Senin di SMP Negeri 1 Sumenep, Senin (26/02).

Bupati menyatakan, guru dan siswa harus bisa memfilter dan menangkal pemikiran berbahaya yang bisa merusak tatanan kehidupan masyarakat, karena seiring kemajuan teknologi tentu memberikan kemudahan kepada masyarakat mengakses berbagai ilmu dan informasi.

Jika masyarakat mengakses pemikiran berbahaya, akan berdampak terhadap kerukanan hidup masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah, sehingga merusak moral masyarakat.

“Di era digital melalui akses internet dan akses lainnya memudahkan kita untuk mengakses berbagai ilmu dan pemikiran, yang terkadang bisa menghancurkan sendi-sendi dalam masyarakat,” ungkap Bupati seusai upacara bendera dan menyerahkan sejumlah piala serta penghargaan kepada siswa yang menjuarai lomba yang dilaksanakan SMP Negeri 1 Sumenep.

Ia mengungkapkan, masyarakat Sumenep adalah masyarakat yang berbudaya dan berakhlakuq karimah yang tenang dan damai, sehingga dalam hubungan bermasyarakat atau berteman hendaknya seperti peran kedua tangan. Kedua tangan meskipun mempunyai peran dan tugas yang berbeda, namun tetap bersatu, dan jangan seperti telinga meskipun kelihatannya rukun, namun tidak pernah bertemu karena masing-masing arahnya berbeda.

”Filosofi tersebut dalam bahasa Madura dikenal dengan istilah ‘mon akanca ja’ daddi kopeng, tape kodhu padhana tanang se da duwa’, yang artinya kalau berteman jangan seperti telinga, tetapi jadilah seperti ke dua belah tangan,” ujarnya.

Bupati mengingatkan masyarakat Sumenep adalah kerras tape akerres artinya harus tetap mempertahankan bangsa ini, namun harus tetap akerres dengan pemikiran yang terukur, sehingga apabila ada pihak lain yang ingin merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, masyarakat wajib menolak bahkan melawan dengan keras melawan pihak-pihak itu.

“Orang Sumenep harus menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan melawan apabila ada yang ingin mengganti ideologi dengan berada di garis terdepan,” pungkasnya. ( Yasik, Esha )