Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-06-2015
  • 740 Kali

Bupati Diminta Tinjau Ulang Soal Lahan Bandara Al-Busyro

News Room, Selasa ( 16/06 ) Program penerbangan perintis Sumenep-Kangean, yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga tidak akan terwujud tahun ini.

Bahkan, Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si diminta supaya meninjau ulang lokasi lahan Bandar Udara (Bandara) Al-Busyro, di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean).

Karena hasil tinjauan lapangan yang dilakukan anggota DPRD Sumenep asal Kangean, Badrul Aini, ternyata lokasi lahan yang akan dijadikan landasan pacu (run way) Bandara Al-Busyro di Desa Paseraman, Arjasa, sangat tidak layak.

"Kondisi lahan di Desa Paseraman tersebut tidak datar, dan terdapat jurang. Kalau lahan ini dipaksakan, akan memakan anggaran besar dan butuh waktu cukup lama untuk menimbun jurang itu. Mestinya lahan yang akan dijadikan lapter harus datar,"tegas Badrul Aini, Selasa (16/06).

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Drs. Moh. Fadillah, M.Si ketika dihubungi telepon genggamnya selama 2 kali, tidak diangkat. Sebelumnya, Pemkab Sumenep dalam hal ini Bupati KH. A. Busyro Karim menargetkan, penerbangan perintis Sumenep-Kangean akan beroperasi bulan Juni 2015.

"Kita sudah sediakan anggaran sebesar Rp. 8,6 milyar untuk pembebasan lahan dan pembangunan sarana dan prasarana di Bandar Udara (Bandara) Al-Busyro di Pulau Kangean,"ujarnya.

Bupati memastikan, bulan Juni 2015, pesawat Susi Air bisa langsung melayani Rute Sumenep-Kangean. ( Nita, Esha )