Media Center, Jumat ( 11/05 ) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep mulai memperkenalkan penarikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tanpa kartu kepada masyarakat. Buktinya, pada Pameran Pendidikan Bank milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu, menyediakan satu mesin ATM di lokasi pamaren di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, Bank BPRS Bhakti Sumekar dengan penarikan uang ATM tanpa kartu sebagai inovasi, sekaligus salah satu upaya yang dilakukan Bank milik Pemerintah Daerah untuk menuju Kabupaten Sumenep sebagai Kabupaten Smart City (Kota Pintar).
Pihaknya berharap semua pihak untuk memberikan dukungan terhadap terobosan yang dilakukan Bank BPRS Bhakti Sumekar ini, sebab apapun yang dilakukan hanya untuk memberikan pelayanan yang memuaskan bagi masyarkat.
“Penarikan ATM tanpa kartu milik BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ini harus mendapat apresiasi oleh semua pihak, karena BPRS menelorkan program ATM itu pasti ujung-ujungnya untuk memberikan kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat nasabah Bank BPRS,” tegas Bupati.
Sementara itu Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Novi Sujatmiko menyatakan, pihaknya memanfaatkan teknologi untuk penarikan ATM tanpa kartu hanya memanfaatkan nomor telepon genggam nasabah, sehingga tidak menyulitkan nasabah untuk bertransaksi.
“Rata-rata nasabah BPRS mempunyai telepon genggam (HP) jadi setiap nasabah mendaftarkan nomor teleponnya terlebih dahulu. Jadi, intinya ini teknologi baru dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.” imbuhnya.
Saat pembukaan Pameran Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Kamis (10/05) kemarin, Bupati Sumenep, Dr. KH A. Busyro Karim, M.Si mencoba melakukan penarikan uang ATM tanpa kartu milik Bank BPRS Bhakti Sumenep bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Nurfitriana Busyro Karim didampingi Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Novi Sujatmiko. Hasil penarikam ATM tanpa kartu itu, Bupati mengambil uang pecahan 50 ribu sebanyak 2 lembar. ( Yasik, Esha )