Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-11-2011
  • 606 Kali

Bupati Ajak Masyarakat Sumenep Gemar Mengkonsumsi Ikan

News Room, Senin ( 14/11 ) Masyarakat Sumenep tertinggi mengkomsumsi ikan di Jawa Timur. Buktinya, data Pemerintah Kabupaten Sumenep, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Sumenep mencapai 28,3 kilogram per-kapita per-tahun, sedangkan di Jawa Timur rata-rata sebesar 19,2 kilogram per-kapita per-tahun. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat acara Super Mantap Seafood Festival, sosialisasi gerakan memasyarakatkan ikan dan pengukuhan Pengurus Forum Peningkatan Makan Ikan (FORIKAN) Sumenep, di Pendopo Agung, Senin (14/11) mengatakan, masyarakat harus terus meningkatkan kegemarannya untuk mengkonsumsi ikan, karena Kabupaten Sumenep memiliki luas laut sekitar 50.000 kilometer persegi, sehingga mempunyai potensi sangat besar dalam memproduksi ikan. Apalagi mengkomsumsi ikan laut, ternyata tidak hanya sekedar pelengkap menu makanan sehari-hari, melainkan juga sangat berguna untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak. ”Selain itu, sangat berpengaruh terhadap kesehatan, bahkan pada usia harapan hidup. Sebagai contoh, Jepang saat ini, mengkomsumsi ikan menpacai 140 kilogram per-kapita setiap tahun, usia harapan hidupnya untuk laki-laki 83 tahun dan perempuan 73 tahun, termasuk menurut ahli gizi, mengkomsumsi ikan laut sebanyak 30 gram setiap hari, dapat menekan resiko kematian akibat penyakit jantung sampai 50 persen,”tegasnya. Bupati menyatakan, gemar mengkomsumsi ikan tidak hanya berdampak positif terhadap konsumen, namun juga memberikan manfaat positif bagi kesejahteraan ekonomi nelayan. Karena itu, pihaknya berharap pihak-pihak terkait untuk mensosialiasikan pada masyarakat untuk gemar makan ikan, bahkan pengurus "Forikan" bisa memberikan penyadaran pada warga Sumenep, supaya ikan tidak lagi dianggap lauk "kelas II". "Warga Sumenep tidak boleh kalah dengan daerah lain dalam mengkomsumsi ikan, karena mengomsumsi ikan, dampaknya sangat besar untuk kesehatan. Ini yang harus dirubah pola pikir masyarakat, agar tidak menilai makan ikan tidak berkelas,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )