Media Center, Jum’at ( 04/10 ) Pengurus pondok pesantren, masjid dan mushalla ikut aktif mengantisipasi gerakan paham radikalisme di Kabupaten Sumenep. Pasalnya, berdasarkan data penelitian sebuah lembaga menyebutkan 41 masjid di lingkungan pemerintah dan BUMN terpapar paham radikalisme.
“Saat ini, paham radikalisme sudah masuk ke masjid dan mushalla, jadi saya harapkan semua elemen dan pengurus masjid dan mushalla menjaga paham itu, jangan sampai mengakar di rumah ibadah,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, pada Penyerahan Bantuan Hibah Keuangan Pondok Pesantren, Masjid dan Mushalla 2019, di Aula Dinas Sosial, Jumat (04/10/2019)
Ia menyatakan, masyarakat di era teknologi dan informasi sangat mudah mengakses paham radikalisme, bahkan belajar agama melalui teknologi dan informasi dengan mencarinya di Google.
Untuk itu, masjid dan musholla sebagai tempat beribadah juga sebagai pusat penyebaran Islam, harus menjauhi konsep dakwah yang frontal atau mengandung unsur-unsur radikalisme.
“Masjid dan musholla harus bersih dari paham yang bertentangan dengan Aswaja. Jadi isilah dakwah itu seperti konsep kekhasan dakwah Wali Songo yang menggunakan strategi kebudayaan,” tutur Bupati dua periode ini.
Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak pengurus pondok pesantren, masjid dan mushalla berperan aktif menangkal paham radikalisme, alasannya saat ini, sudah ada warga Sumenep yang terpapar paham itu, meskipun keterlibatannya dengan paham radikal ketika yang bersangkutan berada di luar daerah.
“Pondok pesantren, masjid dan mushalla harus memberikan pencerahan kepada masyarakat sebagai antisipasi agar tidak mudah terpengaruh paham radikalisme, supaya tidak ada lagi warga Sumenep terpapar paham itu,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan, agama Islam memiliki peran besar untuk membangun karakter bangsa yang maju, besar, dan beradab, sehingga jika negara kehilangan karakter akibat paham radikalisme berdampak terhadap perkembangan bangsa dan negara.
“Lembaga keagamaan di masyarakat mempunyai peran besar dalam mengayomi dan membangun masyarakat, baik melalui pendidikan dan dakwah. Jadi saya menitip pondok pesantren, masjid dan mushalla benar-benar bersih dari paham radikalisme,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )