News Room, Rabu ( 10/07 ) Kebutuhan cincau hitam di bulan Suci Ramadhan cukup tinggi. Hal itu memberikan keberkahan bagi pengusaha cincau hitam di Kabupaten Sumenep. Produksi cincau sejak kemarin (09/07) meningkat tajam, seiring melonjaknya permintaan dari konsumen. Fathorrahman, salah seorang pengusaha cincau, di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep menjelaskan, memasuki bulan puasa ini, produksi cincau yang digelutinya meningkat pesat diatas 100 persen. “Kalau hari-hari biasa hanya memproduksi 5 hingga 10 tong cincau hitam, tapi mulai kemarin yang merupakan awal puasa bagi sebagian warga muslim di Sumenep, kami sudah memproduksi antara 70 hingga 80 tong. Alhamdulillah seluruh cincau habis terjual,”ujarnya. Fathor merasa bersyukur dengan naiknya permintaan yang secara otomatis diimbangi dengan bertambahnya omzet dari hasil pernjualan cincau hitam tersebut. “Saat ini, omzet yang diperoleh tiap harinya mencapai Rp. 20 juta. Kenaikannya diatas 100 persen, karena pada hari-hari biasa, omzet penjualan cincau hitam hanya berkisar antara Rp. 1 juta hingga Rp. 2 juta,”terangnya. Menurutnya, proses pembuatan cincau tidaklah sulit. Hanya, bahan bakunya harus di datangkan dari Solo, Jawa Tengah, seperti sako aren dan pohon cincau. Sedangkan bahan lainnya ada di pasaran Sumenep. “Proses pembuatannya dengan cara direbus 2 kali dengan menggunakan tong bekas. Lalu, air rebusan itu didinginkan selama 1,5 hingga 2 jam yang dimasukkan kedalam blek bekas. Nah ! sudah jadi cincau hitam,”terangnya. Bahkan, ia juga mengaku tidak kesulitan dalam memasarkan cincau tersebut. “Sebagian besar warga mengambil sendiri ke rumahnya dan pelanggannya sudah tersebar diberbagai pelosok Desa dan Kecamatan. Jadi, tidak sulit memasarkan cincau hasil produksi kami,”ungkapnya. ( Nita, Esha )