Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-12-2009
  • 485 Kali

Bulan Nopember 2009 Sumenep Mengalami Inflasi 0,53 Persen

News Room, Jum’at ( 18/12 ) Perkembangan harga berbagai komoditas di Kabupaten Sumenep pada bulan Nopember 2009, secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pantauan/pendataan harga barang dan jasa yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, ternyata pada bulan Nopember 2009 mengalami inflasi 0,53 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,1 pada bulan Oktober menjadi 113,71 pada bulan Nopember 2009. Plt Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Chusnul Hitam mengatakan, inflasi bulan Nopember 2009 itu dipicu oleh naiknya harga yang ditunjukkan kenaikan indeks dari 6 kelompok pengeluaran. “Keenam kelompok pengeluaran itu, yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 1,93 persen. Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,76 persen. Kelompok sandang naik 1,41 persen, kelompok kesehatan naik 0,80 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 3,76 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,04 persen,” terangnya. Ia menjelaskan, 10 komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah biaya jaringan saluran TV, rokok kretek filter, rokok kretek, emas perhiasan, bawang merah, tongkol, tempat tidur rak piring dan kursus bahasa asing. “Tapi, 10 komoditas utama yang mengalami penurunan harga dan memberikan sumbangan negatif terhadap Inflasi, adalah daging ayam ras, daging ayam kampung, telur ayam ras, udang basah, kacang panjang, gula pasir, kepiting/rajungan, tomat sayur, tongkol pindang dan kelapa,”katanya. Untuk laju inflasi tahun kalender, kata Chusnul, yakni dari Januari hingga Nopember 2009 sebesar 2,29 persen. Sedangkan tingkat laju Inflasi “Year on Year”, dari Nopember 2009 terhadap Nopember 2008 sebesar 2,55 persen. ( Nita, Esha )