Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-04-2016
  • 505 Kali

Bulan Bhakti Gotong Royong Dan Hari Kesatuan Gerak PKK

News Room, Selasa ( 26/04 ) Kegiatan Bulan Bhakti GoTong Royong sangat penting maknanya, guna mempertahankan budaya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, saat ini kita menghadapi virus modernisme, seperti materialisme, individuliasme, dan hedonisme. akibatnya rasa kebersamaan semakin memudar, kepekaan sosial mulai berkurang, tegur sapa dan bercengkrama, serta kesadaran saling membantu sudah mulai luntur.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M,Si, pada acara Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke 13 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 44 tahun 2016, yang tahun ini dipusatkan di Kecamatan Saronggi, Selasa (26/04).

Menurutnya, kegiatan tersebut dalam rangka menguatkan semangat gotong royong di masyarakat. “sebab, gotong royong adalah warisan terbesar para pendahulu kita. Gotong royong memiliki nilai-nilai luhur, yang sangat sesuai dengan budaya dan tradisi bangsa kita dalam mengarungi era modernisasi saat ini,”ungkapnya.

Dikatakan, pembangunan butuh dukungan partisipasi seluruh masyarakat, sehingga pembangunan dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat, hasilnya juga bermanfaat bagi rakyat.

Sedangkan dalam memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK, Bupati mengajak PKK tidak hanya puas diri, tapi harus terus bergerak cepat menyongsong perubahan.

"Ingatlah perjuangan pasti ditempah masalah. tapi perjuangan yang disertai kesabaran, akan selalu menemukan jalan keluar”,tandasnya.

Diakui, PKK merupakan mitra strategis pemerintah. Dengan 10 program pokok PKK, telah banyak kontribusi nyata yang diberikan oleh PKK demi kemajuan negeri ini, termasuk juga di Kabupaten Sumenep.

Disamping itu, PKK harus membela dan menyambung aspirasi masyarakat, khususnya keberpihakan bagi perjuangan kaum perempuan dalam mengangkat harkat dan martabatnya.

“TP-PKK Sumenep turut membantu akselerasi penuntasan program pembangunan, sebagaimana visi yang ingin kita tuju bersama. Kader PKK harus bisa berfikir global, agar tidak hanya menjadi penonton pertarungan global,”tandasnya.

Sementara dalam rangkaian kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong ke 13 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 44 telah banyak melaksanakan berbagai kegiatan, seperti melaksanakan kegiatan monitoring administrasi dan program PKK di 27 Kecamatan, melakukan penyuluhan bahaya perilaku seks bebas bagi remaja, dan semacamnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pameran produk unggulan dan pasar murah, serta berbagai kegiatan seperti pengobatan gratis, kegiatan sosial, dan pemberian bantuan bagi Tim Penggerak PKK berprestasi dan kader lainnya, serta bantuan masyarakat kurang mampu. ( Ren, Esha )