Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-01-2016
  • 466 Kali

Buku Semudah Bermain Catur Jadi Perbincangan Hangat

News Room, Senin ( 18/01 ) Suasana bedah buku Catatan Pendek berjudul “Semudah Bermain Catur” karangan Novie Chameliya, pada Minggu (18/01) cukup menghangat. Sebab, buku karangan wanita berusia 32 ini banyak mendapat tanggapan, baik masukan maupun kritikan dari para hadirin saat itu. 

Namun, meskipun banyak mendapat kritikan, Novie anggilan akrab dara 32 tahun asal Kabupaten Pamekasan ini, menimpali dengan bijaksana. Sebab, menurutnya, judul buku tersebut merupakan analogi tentang kehidupan. 

“Kalau hanya membaca sekilas mungkin tidak akan mengerti apa sebenarnya yang ada dalam buku ini, silahkan baca buku seluruhnya, baru akan memahaminya,” ungkapnya. 

Buku karangan perdana yang diakuinya sebagai bahan desertasi S-3 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bidang Sosiologi, yang diperdebatkan ketika Novie menjelaskan sempat melakukan meditasi Vipassana di Vihara Dhammadipa Arama di Batu Malang terkait agama yang dianutnya Islam. 

Namun, Novie menjelaskan, apa yang dijalani selama 15 hari itu, merupakan salah satu cara atau taktik perenungan diri, tidak terkait dengan syariah Agama. 

“Pelaksanaan ibadah sebagai muslimah tetap dijalani sebagaimana mestinya, karena meditasi yang dilakukan tidak masuk ritual Budhisme,”jelas Novie yang juga putri dari mantan Kepala Departemen Agama Kabupaten Sumenep, H. Imron Rosidi, SH, M.Si

Karena itu Novie berharap pula dengan buku ke dua yang akan diterbitkannya lagi akan banyak membicarakan soal Madura, yakni tentang adat istiadat orang Madura. 

Hingga acara berakhir bedah buku yang dihadiri para penulis, sastrawan dan pencinta buku, di Rumah Adat Atas Taman Pajagalan Sumenep, Jalan A. Yani Sumenep, berakhir dengan penuh keakraban. 

“Ini memang merupakan kegiatan rutin teman-teman dari semua lapisan seniman, budayawan, penulis dan lainnya, yang kami beri nams Forum BIAS,”tambah Syaf Anton, WR pemrakarsa kegiatan ini. ( Ren, Esha )

Harga Batu Akik Gambar 
Masih Bertahan Di Puncak
News Room, Senin ( 18/01 ) 
Demam batu akik, khususnya di Sumenep dan sekitarnya memang sudah mereda. Disamping faktor ekonomi, rasa bosan, dan banyaknya stok akik di pasaran, membuat daya beli masyarakat sekaligus daya saing di pasaran menurun tajam. Namun rupanya tidak dengan batu akik jenis akik gambar, dalam pantauan Media Center, harga batu akik tersebut masih bernilai satu juta hingga puluhan juta rupiah. 
"Seperti jenis akik gambar pemandangan bolak-balik ini saya banderol Rp. 7 juta,"kata Jack Sparrow alias Aziz, pemilik lapak Jack Sparrow Gemstone, di Jalan Diponegoro Karangduk, pada Media Center. 
Sepinya bisnis akik memang tidak mematahkan semangat Jack. Pangsa pasar Jack sudah menembus luar kota. 
Sementara jenis akik gambar yang ngetren adalah akik bergambar pemandangan, hewan, tumbuhan, dan potret manusia. "Apalagi jika akik gambar tersebut lolos dalam kontes batu akik sebagai juara, nilai harganya tambah meroket,"imbuh Jack. 
Terpisah, salah satu kolektor akik di Sumenep, Deny Fahrurrazi membenarkan jika harga batu akik gambar masih bertahan di puncak. Meski begitu, menurut Deny untuk mengembalikan kejayaan batu akik seperti satu tahun sebelumnya tetap tidaklah mudah. "Tetap sulit jika bangkit lagi,"tutupnya. ( M. Farhan, Esha )
----------oooOooo----------
Desa Karangbudi Laksanakan Musrenbang Usulan Masyarakat 
News Room, Senin ( 18/01 ) 
Tujuan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa adalah untuk menampung dan menetapkan aspirasi atau usulan dari bawah, yakni dari RT/RW dan Dusun sebagai usulan prioritas untuk dibawa ke Musrenbang tingkat Kecamatan. 
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Karangbudi Kecamatan Gapura, Roni Yusianto saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Senin (18/01) di Balai Desa setempat.
Roni mengharapkan, agar semua usulan jangan bertitik tolak pada kemauan masyarakat tertentu, akan tetapi harus mengacu pada kebutuhan masyarakat yang perlu diprioritaskan, sehingga apa yang diputuskan nantinya merupakan hasil keputusan murni dari warga masyarakat, dan realisasinya pada anggaran tahun 2017 mendatang.
Sementara itu Camat Gapura, Drs. Mustangin, M.Si mengatakan, bahwa sejak tahun anggaran 2015 kemarin, pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran dana sebesar kurang lebih Rp. 1 milyar untuk masing-masing Desa di seluruh Indonesia. 
Camat mengatakan, bantuan dana tersebut dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan fisik maupun non fisik, termasuk honor bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPB) dan untuk anggaran pemerintahan Desa. Untuk itu pihaknya menekankan kepada Kepala Desa hendaknya jangan main-main dengan bantuan dana tersebut, dengan memanfaatkan diluar ketentuan. 
Ikut memberikan masukan dalam acara Musrenbang Desa Karangbudi ini Kepala UPT yang hadir, dan diikuti Kepala Desa, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, unsur Pemuda, dan unsur perempuan Desa setempat. 
Kegiatan yang sama juga berlangsung di Desa Braji Kecamatan Gapura, serta di Desa Billapora Rebba Kecamatan Lenteng. ( JuP-11, 15, Esha )
----------oooOooo----------
Tim Penggerak PKK Desa Kebunan
Lakukan Pembinaan Administrasi
News Room, Senin ( 18/01 )
Pembinaan administrasi bagi segenap pengurus Tim Penggerak PKK Desa Kebunanan Kecamatan Kota Sumenep bertujuan untuk lebih memberikan pengetahuan tentang tata cara penyusunan program, serta pengisian data kegiatan yang telah dilakukan Tim Penggerak PKK di tingkat Desa dan RT/RW.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kebunan, Dra. Hj. Waki’ah kepada News Room, Senin (18/01) di Balai Desa setempat mengatakan, pembinaan administrasi PKK, nantinya para pengurus akan mampu memberikan data dan informasi yang diperlukan oleh warga masyarakat, khususnya tentang program kerja PKK melalui 10 Program Pokok PKK secara benar dan akurat.
Dikatakan, pengelolaan program kerja, dan pengelolaan administrasi PKK merupakan bentuk konprehensif dalam membahas sistem informasi manajemen PKK. Selain itu dapat menghasilkan informasi data yang akurat dan perlu dijadikan dasar dalam proses pengambilan kebijakan. ( JuP-01, Esha )