News Room, Sabtu ( 25/06 ) Selama ini ketergantungan petani masih sangat kental terhadap tanaman tembakau, padahal masih sangat banyak tanaman lain yang memiliki potensi cukup bagus untuk dikembangkan agar memiliki prospek yang menguntungkan bagi petani. Salah satu upaya yang dilaksanakan Bukit Hijau Perwakilan Sumenep dengan menggelar Sosialisasi “Inovasi” Teknologi Pertanian yang dilaksanakan kepada para petani, mahasiswa dan penggerak pertanian Sumenep di sekretariat Bukit Hijau Jl. Trunojoyo Kolor Sumenep tadi pagi, Sabtu (25/06). Menurut Wakil Ketua Bukit Hijau Sumenep, Basri pihaknya melaksanakan sosialisasi inovasi Teknologi pertanian agar petani bisa merubah pola tanam dan tidak lagi bergantung terhadap tanaman tertentu. Sehingga, petani bisa melaksanakan penanaman tanaman alternatif yang lain agar peningkatan penghasilan petani meningkat. “Kami sudah mencoba melakukan penanganan terhadap tanaman padi dan jagung serta tembakau di beberapa tempat seperti di Kecamatan Ganding, Lenteng, Batuan dan Dasuk yang hasilnya bisa maksimal.”ujarnya. Dijelaskan, seperti yang terjadi di Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding sekitar 5 ribu meter tanaman padi hampir gagal tanam karena sempat kekeringan, namun dengan penangan yang dilakukan Bukit Hijau akhirnya bisa teratasi. Dan ketika dilaksanakan panen raya beberapa waktu lalu hasilnya justru meningkat sekitar 600 persen dari hasil tanaman disebelahnya yang dibiarkan begitu saja. Bahkan pihaknya menghadirkan Teguh Prakoso dan Budi wibowo dari PT. Hijau Lestari Nusantara di Jakarta untuk memberikan materi dalam sosialisasi kepada para petani langsung sehingga bisa lebih termotivasi untuk merubah nasib petani itu sendiri. “Kami memang baru melakukan pembinaan dan sosialisasi terhadap petani secara langsung sehingga secara bertahap bisa menerapkan kepada petani yang lain.”Pungkasnya. ( Ren, Fery )