Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-08-2015
  • 4504 Kali

Budidaya Tanaman Jahe Merah, Usaha Alternatif Musim Kemarau

News Room, Jumat ( 07/08 ) Petani siasati musim kemarau dengan tanam tanaman yang tidak membutuhkan asupan air yang banyak. Salah satunya yang dilakukan salah seorang petani di Desa Paberasan Kecamatan Kota Sumenep, Darsono.

Petani muda ini memilih tanaman budidaya jahe merah sebagai tanaman alternatif, khususnya selama musim kemarau yang lahannya agak kesulitan air. Sebab, dengan tanaman budidaya jahe merah, lahan yang setiap musim kemarau kosong, saat ini bisa dimanfaatkan. Karena, masa tanam jahe merah mengalami 2 musim, hujan dan kemarau dengan usia tanam rata-rata 10-12 bulan.

“Syukurlah dengan usaha alternatif menanam jahe merah, khususnya selama musim kemarau, lahan kami tidak nganggur seperti tahun-tahun sebelumnya,”ungkapnya.

Diakui, Darsono, jika pola tanam jahe merah yang ditekuninya dalam beberapa bulan ini, merupakan program uji coba dengan teman-teman petani lainnya di sekitarnya, yang berharap ada perubahan usaha tani dari sebelumnya yang hanya mengandalkan tanaman padi dan jagung.

Sebab, tidak semua lahan di Desanya merupakan areal yang tetap basah ketika musim kemarau, sehingga harus ada upaya bagaimana mencari terobosan dengan budidaya tanaman jahe, yang ternyata sedikit lebih mudah pemeliharaannya dibandingnya tanaman budidaya lainnya yang selama ini sudah dicobanya.

“Sedikitnya ada sekitar 2000 bibit jahe kami tanam selama 7 bulan ini, mudah-mudahan 2-3 bulan ini sudah bisa panen,”tambahnya. Diakui pula, jika budidaya jahe merah di Sumenep masih relatif sedikit, justru yang banyak di luar Madura.

Sedangkan, penjualannya memang belum ada di Madura. Namun, untuk budidaya uji coba ini sudah ada komitmen dengan perwakilan perusahaan jamu untuk bisa menampung hasilnya. ( Ren, Esha )