News Room, Kamis ( 28/10 ) Meskipun kekayaan alam khususnya potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Sumenep cukup bagus, namun masyarakat nelayan diharapkan mengikuti perkembangan teknologi budidaya maupun pengembangannya. Sehingga, hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Karena, masing-masing daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep, Ir.Salimin Saad Wachidin, MM. Menurutnya, disamping upaya pengelolaan yang berbeda antar lokasi budidaya juga memiliki pola potensi cuaca yang berbeda. “Salah satunya, untuk pengelolaan rumput laut di daerah Kecamatan Saronggi dengan Kecamatan Bluto memiliki karakter yang berbeda,”ujarnya. Biasanya, rumput laut di Kecamatan Saronggi sangat bagus ketika pada musim panas karena ada sungai yang bermuara ke laut. Sedangkan di Kecamatan Bluto justeru pada musim panas hasil produksinya sangat bagus. Begitu halnya dengan beberapa daerah potensi rumput laut dibeberapa daerah di kepulauan. Jadi, masyarakat dengan sendirinya bisa melakukan pembelajaran melalui kondisi daerah yang ada. Jadi, tidak bisa memaksanakan diri untuk membudidaya pada saat kondisi cuaca tidak baik. Sedangkan mengenai teknik budidaya juga perlu belajar dari pengalaman dan teknologi yang ada. Sebab, masyarakat nelayan sendiri akan lebih mengetrahui dan peka terhadap kondisi alam yang ada. Misalnya, ketika memperlakukan budidaya rumput laut akan terhindar dari santapan ikan barona harus disiasati dengan menyediakan alat penangkap ikan barona disekeliling ancak rumput laut. Kemudian, jika rumput laut terkena lumpur harus memindahkan kelokasi yang lebih dalam serta posisi ancak sedikit ditenggelamkan pada kondisi permukaan laut. Begitu pula dengan berbagai upaya budidaya kelautan dan perikanan lainnya perlu menyesuaikan dengan kondisi lokal. “Jadi, disamping teknologi yang diberikan secara teori, masyarakat sendiri sebenarnya cukup cerdas untuk melakukan pola budidaya laut yang selama ini sudah menjadi rutinitasnya.”Pungkasnya. ( Ren, Esha )