News Room, Jum’at (02/10) Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep, menggelar Diskusi Kemiskinan dalam rangka Pendataan Jumlah Masyarakat Miskin 2009, di Hotel Utami, Jum’at pagi tadi (02/10). Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM. Moch. Dahlan, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan itu dilaksanakn sebagai sarana untuk pembaharuan data keluarga miskin. Tujuannya tidak untuk kepentingan pemberian bantuan dari pemerintah, namun BPS melakukan pendataan keluarga miskin sebagai acuan untuk mengetahui perkembangan pengentasan kemiskian di Kabupaten Sumenep pasca beroperasinya jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Sebab dengan realisasi pembanguan jembatan suramdu diharapkan mempunyai dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Madura. â€ÂPendataan ini sebagai data awal BPS dalam rangka melihat titik nol sebelum pembangunan Suramadu, yang beberapa tahun kemudian akan dilakukan pendataan ulang, apakah pasca pembangunan jembatan ada pengaruh siginifikan terhadap penguranagn angka kemiskinan,†tegasnya. Wakil Bupati berharap, Camat dan petugas pendata di tingkat kecamatan dan desa, dalam mendata keluarga miskin tidak didasarkan pada keinginan dan kemauan pihak tertentu. Namun, hedaknya harus mengacu pada indikator yang ditentukan. Itu dilakukan guna menghindari pendataan yang tidak akurat akibat masyarakat yang terdata hanya keluarga dan masyarakat pendukung pihak tertentu. Ditempat yang sama Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Khusnul Chitam, mengungkapkan, pendataan data keluaraga miskin melibatkan 332 petugas, dengan perincian satu petugas melakukan pendataan di desa/kelurahan. Sementara itu, kegiatan diskusi juga dihadiri kepala BPS Jawa Timur, Erlan Indra Cahyo. Dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan Camat dari 27 Kecamatan, baik daratan dan kepulauan Kabupaten Sumenep. ( Yasik )