News Room, Selasa ( 30/12 ) Untuk suksesnya Program Pendataan Usaha Tani 2009, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep perlu melakukan sosialisasi program tersebut melalui Koordinasi Statistik Kecamatan (KSK). Hal tersebut dijelaskan KSK Kecamatan Batang-batang, Chairil Anwar ketika ditemui News Room di tempat kerjanya, Selasa (30/12). Dijelaskan Chairil Anwar, tujuan dan sasaran yang akan dicapai dalam sosialisasi ini diantaranya untuk tersedianya data base Rumah Tangga Tani (RMT) yang mempunyai usaha tani, seperti padi, jagung, kedelai, dan sejenisnya, serta tersedianya data pokok untuk kebijaksanaan pemerintah pada waktu yang akan datang. Diharapkan, melalui data tersebut akan lebih efektif dan tepat sasaran, dan akan menjamin aksesibilitas dan mampu mengurangi biaya. Dikatakan, dengan menggunakan 2 konsep dan definisi, yakni usaha tani, kegiatan usaha ekonomi RMT yang biasanya melakukan budidaya tanaman padi, dan atau jagung, kedelai dilahan pertanian yang dikuasai (lahan sawah dan atau lahan pertanian bukan sawah) serta menanggung resiko sendiri. Yang kedua, pemutahiran data kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) data base hasil Sensus Pertanian 2003 (ST.03) dengan cara melakukan pengecekan secara door to door sesuai kondisi terbaru, termasuk penghapusan nama usaha tani yang terdaftar dalam ST.03, namun tidak mengusahakan lagi minimal salah satu komoditi diatas, serta upaya menjaring RMT usaha tani yang belum tercatat dalam hasil listing ST.03. Chairul Anwar menjelaskan, untuk suksesnya pelaksanaan tersebut, khususnya di Kecamatan Batang-batang akan merekrut petugas sebanyak 25 orang yang akan dibekali ilmu melalui pelatihan yang direncanakan berlangsung pada bulan Januari 2009, dan pendataan lapangan akan dilakukan pada Pebruari 2009 mendatang. ( JuP-18, Esha )