Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-04-2008
  • 1604 Kali

BPRS Sumenep Siap Gulirkan Kredit Tanpa Bunga

News Room, Selasa (08/04) Bekerjasama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Cabang Sumenep, PT. Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep menggulirkan dana pinjaman tanpa bunga kepada beberapa pengusaha kecil di Kabupaten Sumenep. Realisasi dana bantuan dilaksanakan Selasa (08/04), di Ruang Rapat BPRS. Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT. BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Drs. Ec. H. Abdus Sukkur mengatakan, selain berfungsi sebagai manajer investasi, investor dan layanan jasa keuangan, bank berbasis syari’ah juga memiliki fungsi sosial di lingkup masyarakat sekitarnya. Salah satunya adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat dengan menggulirkan pinjaman tersebut. H. Sukkur juga mengatakan, pinjaman dari BPRS bukan bantuan konsumtif, yang langsung dipakai untuk belanja tanpa dikembalikan. Tetapi ini bentuk bantuan Al-Qod, yakni bantuan kebajikan tanpa imbalan apapun atau tanpa bunga. Dan ini adalah program kerjasama periode kedua bersama LMI Cabang Sumenep. “Sekali lagi ini adalah pinjaman. Artinya para peminjam hanya wajib mengembalikan besaran jumlah yang dipinjam saja”, tegas H. Sukkur. Akhirnya H. Sukkur berharap, agar pinjaman ini bisa memberikan manfaat kepada para pengusaha dan dipergunakan sebaik-baiknya. Selain itu, program ini sebagai upaya BPRS dan LMI agar pengusaha kecil tidak terlibat dalam praktek rentenir. Sebab, itu akan sangat menyulitkan masyarakat. “Kembalikan saja modalnya, keuntungan silahkan nikamti sendiri. Jika program ini berhasil, BPRS tidak segan-segan mengembangkan sayap untuk masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan”, katanya di akhir sambutannya. Di tempat yang sama, Ketua LMI Cabang Sumenep, Naryo, S.Pd mengatakan, program kerjasama ini bernama EMAS atau Ekonomi Masyarakat Sejahtera. Dengan bantuan pinjaman tersebut Naryo berharap, masyarakat pengusaha kecil nantinya bisa berkembang dengan usahanya, untuk meningatkan taraf hidup dan ekonominya. Bantuan pinjaman ini menurut Naryo, tidak hanya diberikan kepada pengusaha perseorangan, tetapi juga kepada pengusaha home industri dengan bidang garapan yang sama, seperti pengusaha kripik, pengusaha kerajinan dan lain sebagainya. “Kami terus bergerak untuk memberdayakan masyarakat dengan motto kami “Care to Share” atau peduli untuk berbagi. ”, tandas Naryo. Bantuan pinjaman yang digulirkan BPRS Bhakti Sumekar bernilai total Rp. 27.5 juta yang masing-masing pengusaha menerima Rp. 500.000,00. Secara teknis angsuran disetorkan melalui LMI Cabang Sumenep, dengan 12 bulan angsuran, 2 bulan guest periode, yang artinya 2 bulan pertama pengusaha dibebaskan dari angsuran. ( Adjie, Esha )