Media Center, Rabu ( 18/10 ) Memasusi musim penghujan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghimbau warga akan
bahaya bencana alam, terutama longsor dan pohon tumbang.
"Potensi
terjadinya bencana di Sumenep masih dimungkinkan terjadi memasuki musim
pancaroba atau pergantian musim kemarau ke musim hujan ini,"terang
Kepala BPBD Sumenep, Dr. Abd. Rahman, Rabu (18/10).
Ia menuturkan,
saat pergantian musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba ini memang
sangat rawan terjadi bencana. Apalagi belakangan ini di beberapa daerah
di Sumenep mengalami kekeringan.
"Kami menghimbau, agar warga
mewaspadai terhadap perubahan musim saat ini, karena bencana seperti
longsor kadang bisa saja terjadi,"pintanya.
Menurutnya, bencana
longsor sering terjadi di kawasan perbukitan, sehingga warga yang
bermukim di daerah itu harus ekstra hati-hati, khususnya ketika turun
hujan.
"Dan disaat hujan lebat, kami himbau warga tidak berada di bawah pohon. Karena mudah tumbang,"ujarnya.
Karena itu, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat, agar selalu
waspada terhadap ancaman bencana. "Masyarakat, diimbau untuk lebih
berhati-hati, lebih siaga dan waspada. Terlebih akhir-akhir ini sering
terjadi pohon tumbang dan longsor yang menyebabkan orang meninggal
dunia," tutupnya.
Sementara, Pengamat Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, memprediksikan musim hujan
pada tahun 2017 diperkirakan terjadi pada akhir Oktober dan awal
November. ( Nita, Esha )