Media Center, Selasa ( 01/12 ) Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebutkan jika terdapat 4 (empat) kecamatan masuk kategori rawan banjir.
Keempat kecamatan tersebut meliputi, Lenteng, Batuan, Bluto dan Kecamatan Kota Sumenep.
Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, SE, MM menyebutkan, di wilayah empat kecamatan itu terdapat beberapa lokasi yang sering terjadi genangan air. Daerah tersebut rawan banjir pada saat musim penghujan, karena tidak dapat menampung aliran air cukup tinggi, sehingga mengakibatkan air meluap ke samping.
"Daerah itu di antaranya, Desa Cangkreng, Sendir (Lenteng), Desa Babbalan, Torbang (Batuan), Kali Marengan Daya dan sepanjang jalan A. Yani Kecamatan Kota, serta Aeng Baja Kenek, di Kecamatan Bluto," tutur Rahman, Selasa (01/12/2020).
Dengan kondisi itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Karena dapat menghambat saluran, dan air bisa meluap.
“Warga harus menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai. Ini demi menghindari air meluap akibat saluran kurang lancar di kawasan sungai," paparnya.
Bahkan, lanjut Rahman, pihaknya telah memasang rambu-rambu peringatan di setiap daerah rawan banjir pada musim penghujan.
Selain itu, pihaknya membentuk kampung tangguh bencana agar dapat mengantisipasi terjadinya banjir di daerah tersebut.
"Untuk penanggulangan bencana kami telah menggunakan konsep pentahelix yakni gabungan pemerintah, masyarakat, kalangan pengusaha, akademisi dan kalangan media guna berkiprah menanggulangi bencana," pungkasnya. ( Nita, Fer )